Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Aparatur Jangan Alergi Krtikan Masyarakat

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_13034.jpg

    KARAWANG-Etika merupakan seperangkat nilai sebagai pedoman, acuan, referensi dan penuntun apa yang harus dilakukan dalam menjalankan tugas, sekaligus berfungsi sebagai standar untuk menilai apakah sifat, sikap, perilaku dan tindakan dalam menjalankan tugas itu baik  atau buruk. Demikian disampaikan Plt Bupati karawang dr. Cellica, dalam sambutan tertulis yang dibacakan Asisten Pemangunan, Hadis Herdiana, SH, MM, saat menutup kegiatan Diklat PIM IV  Angkatan I Tahun 2015 di Aula Kantor Diklat Karawang.

    Pada kesempatan itu, dr. Cellica mengharapkan  agar aparatur pemerintah di tingkat mana pun jangan sampai alergi terhadap saran dan keritik masyarakat, namun harus memberi respon yang cepat dan memberikan informasi yang benar dan akurat sehingga masyarakat dapat memahami  apa yang dilakukan pemerintah dalam mengayomi masyarakat. Untuk itu para pejabat struktural harus mampu menjabarkan kebijakan pimpinan dalam upaya merespon setiap harapan dan keinginan masyarakat sesuai tugas fokok dan fungsi serta kafasitasnya.

    Sebelumnya Kepala Badan Diklat Propinsi Jawa Barat, Dr. Drs. H. Heri Hudaya, yang dibacakan Kabid Diklat Kepemimpinan dan Fungsional, menjelaskan bahwa pejabat struktural harus memiliki kompetensi tiga  persyaratan  dalam jabatan struktural yaitu ; kemampuan dalam menguasai secara teknis bidang tugasnya, kemampuan dalam menerapkan kode etik yang dituntut oleh bidang tugasnya, dan kemampuan  untuk menunjukkan komitmen  dalam pelaksanaan tugas jabatannya.

    Selain Tiga komponen tersebut, lanjut Dr. H. Herri,    membangun profesionalitas kinerja para pejabat struktural, diperlukan juga kapasitas kepemimpinan perubahan, mengingat tantangan sektor publik saat ini ke depan semakin besar dan memerlukan kemampuan manajerial yang dapat mengintegrasikan dan mengarahkan seluruh sumber daya pegawai. Oleh karena itu, Diklat Pim pola baru bukan sekedar menjadwalkan dan menghitung jam pembelajaran, tetapi juga membangun alur pikir dan pemahaman agar siswa Diklat Pim tahu dan mampu melakukan inovasi dalam menjalankan tugas dan fungsi jabatannya.

    Dr Herry menambahkan bahwa walaupun sudah penyerapan materi oleh peserta Diklat Pim IV kali ini sudah bagus namun hasil evaluasi , siswa Diklat Pim belum seluruhnya memahami “ruh” Diklat Pola Baru tetapi  lebih terfokus pada pada pembuatan proyek “inovasi”.

    Sementara itu, Kepala BKD Kabupaten Karawang  Drs. Heryanto, MM, dalam laporannya menagatakan bahwa Diklat Pim IV  yang dilaksanakan saat ini dilaksanakan dalam 5 tahapan yaitu tahap diagnosa kebutuhabn perubahan organisasi, tahap  merancang perubahan organisasi, tahap merancang perubahan dan membangun TIM, tahap laboratorium kepemimpinan dan tahap evaluasi.

    Untuk diklat PIM IV Angkatan I Tahun 2015, peserta yang memperoleh peringkat terbaik 1 sampai 5 adalah : Nenden Marlina dengan inovasi “Pengukuran Kinerja Staf Puskesmas” ; Daden Agus Solihin dengan inovasi “Penjernihan Air Sungai Citarum untuk Benih Ikan ; Iin Indriati dengan inovasi “Pembentukan Kader TB (Tuberculosis)” ; Bukana dengan inovasi “Kerja Bakti Swadaya untuk pemeliharaan Irigasi” serta Dewi Krisma Perbatasari dengan inovasi “Pembuatan Aplikasi Promosi Ikan Khas Karawang”.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus