Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Realisasi Belanja Tahun 2014 Menjadi Sorotan

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_13039.jpg

    BANDUNG-P2APBD Provinsi Jabar tahun 2014 sudah memasuki tahapan pemandangan umum Fraksi-Fraksi di DPRD Jabar.
    Penyampaian pemandangan umum berlangsung dalam sidang paripurna DPRD Jabar, Rabu (1/2). kemarin.

    Dari pemandangan umum tersebut, Fraksi PDI Perjuangan yang dibacakan Drajat Hidayat mengkritisi soal realisasi belanja.
    Menurut Fraksi PDI Perjuangan, beberapa program pembangunan sektoral, perlu ada alokasi yang lebih besar untuk sektor perekonomian, yaitu  minimal 10 persen dari APBD. Juga diperlukan untuk sektor penyumbang PDRB terbesar di Jabar yaitu industri, perdagangan,  Pertanin dan UMKM. Pendanaan juga diperlukan untuk sektor potensial seperti maritim, ekonomi kreatif dan pariwisata. Selain itu, Fraksi PDI Perjungan meminta adanya evaluasi dan perbaikan pada program sarana dan prasarana keagamaan yang hanya terserap 32 persen di Biro Bangsos.

    Di sisi lain, Fraksi PKS yang dibacakan Didi Sukardi mengapresiasi Pemprov. Jabar,  karena hampir seluruh OPD mampu melakukan efisiensi anggaran. Efisiensi tercermin dari realisasi belanja tidak langsung sebesar Rp. 16,95 trilyun lebih atau sekitar 87,54 persen dan belanja langsung sebesar Rp.3,83 trilyun lebih atau sekitar 79,10 persen.

    Sementara itu, Fraksi PKB DPRD Jabar yang dibacakan Nassir mengatakan penyerapan belanja belum maksimal. Hal tersebut, diantaranya terjadi di kegiatan rutilahu, dimana dari target 20.000 unit rutilahu, baru terealisasi 11.000 unit.

    Minimnya realisasi program juga terlihat dari program penanganan desa rawan pangan dari target 813 desa baru terealisasi 500 desa, demikian Nasir. (NR)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus