Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Penurunan Rendemen Tebu Dikritisi

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_13083.jpg

    JAKARTA– Anggota Komisi IV DPR RI, Andi Akmal Pasluddin dalam release yang diterima jabarprov.go.id, pekan ini mengkritisi penurunan rendemen tebu.
    Menurutnya, sangat disayangkan turunnya rendeman tebu di wilayah Jawa, yang saat ini rata-rata hanya mencapai 5%. Padahal, rendeman tebu semestinya dapat mencapai 12%. 

    Kondisi tersebut, secara nasional dapat menurunkan produksi gula. Selain itu, juga dapat mempengaruhi sikap Pemerintah yang akan mengambil kebijakan import dalam tiga bulan ke depan.
     
    “Kualitas mesin, kecepatan proses giling, dan tidak ada manipulasi data akan mampu menghasilkan rendeman tebu hingga 12 persen. Artinya, setiap 100 ton tebu, akan menghasilkan 12 ton gula. Ini pemerintah tinggal ada kemauan atau tidak.
     
    Titik terjatuh dalam sejarah rendeman tebu pada 10 tahun terakhir hanya mencapai 5%. Rata-rata rendeman tebu sekitar 8 persen dan paling rendah yang terjadi pada tahun lalu yang mencapai 7 persen."Namun yang juga disesalkan adalah, maksimal rendeman tebu di pulau jawa hanya mencapai 9 persen.
     
    Menurut Andi Akmal, saat inilah waktunya melakukan revitalisasi pabrik gula. Karena yang akan merasakan kerugian langsung akibat rendahnya rendeman adalah petani tebu yaitu, pertama terkait harga pokok penjualan (HPP) gula yang rendah, yakni hanya naik Rp400 dari Rp8.500 menjadi Rp8.900. Padahal, tambahnya, petani tebu menginginkan kenaikan HPP gula bisa mencapai Rp11.750.

     Kedua masalah rendeman yang sangat rendah, dua hal ini yang menjadi hidup tidaknya aktivitas petani dalam menanam tebu.
     
    Diharapkan  pihak  Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melalui PT Perkebunan Nusantara (PTPN) dapat meningkatkan efisiensi produksi gula dengan memperbaharui  mesin giling di pabrik gula dan perbaikan manajemen serta waktu giling sehingga rendeman gula dapat mencapai 12 persen. (NR)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus