Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Mengais Rezeki di Bandung

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_13217.jpg

    CIMAHI- Para pedagang cangkang ketupat dari Jangari, Desa Bobojong, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur setiap menjelang Lebaran Idul Fitri menjajakan dagangannya di Pasar-Pasar Tradisional di Wilayah Kota  Bandung dan Kota Cimahi.

    “Saya dari Jangari, Kabupaten Ciajur, sudah lima kali bulan Ramadhan setiap menjelang lebaran sengaja datang ke Pasar Cijerah untuk berjualan cangkang ketupat,” kata Asep (25) yang mengaku warga Kampung Jangari, Desa Bobojong, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, kepada jabarprov.go.id, Kamis (16/7).

    Asep datang ke Pasar Cijerah, Kota Bandung, sejak Hari Selasa (14/7) lalu, menginap di sebuah kamar kontrakan di Kelurahan Cijerah, Kecamatan Bandung Kulon, bersama dengan 4 orang tetangganya dari Kampung Jangari.

    Asep bersama empat orang kawannya, datang dari Jangari membawa bahan membuat cangkang ketupat, yaitu berupa janur kelapa atau daun kelapa yang masih muda berwarna putih dan hijau daun dan masing-masing sebuah pisau. Mereka berjualan di trotoar sebelah Barat depan Pasar Cijerah, Kota Bandung.

    “Ketupat yang saya jajakan ini, tidak dibuat di Jangari, tapi di sini, di tempat jualan dan di kamar kontrakan,” kata Asep.

    Menurut Asep, warga Kampung Jangari, Kabupaten Cianjur yang mengais rezeki di Kota Bandung, bukan hanya dirinya dan empat orang tetangganya, melainkan juga masih banyak lagi warga Jangari yang sama-sama mengais rezeki setiap jelang Idul Fitri tersebut. Mereka menyebar berjualan cangkang ketupat lebaran di pasar-pasar tradisional di Kota Bandung.

    “Saya tidak tahu berapa jumlahnya orang Jangari yang jualan cangkang ketupat di Kota Bandung. Yang jualan di pasar-pasar tradisional Kota Cimahi juga banyak orang Jangari,” katanya.

    Harga cangkang ketupat yang dijual Asep dan kawan-kawannya, dalam tiga tahun terakhir ini, relatif stabil. Tidak ada lonjakan harga. Dua taun lalu, yaitu jelang lebaran Idul Fitri 1434 H atau tahun 2013 Asep menjual Rp 5.000 sampai dengan Rp 7.500 untuk setiap 10 cangkang ketupat. Tahun ini juga, jelang Idul Fitri 1436 atau tahun 2015, harga cangkang ketupat yang Asep jual kisaran Rp 5.000 sampai Rp 7.500 untuk setiap 10 cangkang ketupat.

    Berdasarkan pantauan jabarprov.go.id, Kamis (16/7) pagi, cangkang ketupat yang dijajakan Asep dan kawan-kawannya, laku keras, diserbu pembeli. Para pembeli umumnya kaum ibu, warga sekitar Pasar Cijerah dan warga Kelurahan Melong, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi.

     “Alhamdulillah setiap jelang Idul Fitri saya mendapat rezeki dari jualan cangkang ketupat ini,” pungkas Asep sambil tersenyum.

    Tapi sayang, Asep tidak mau menyebutkan berapa rupiah, rezeki yang ia dan kawan-kawannya peroleh dari ngumbara berjualan cangkang kupat setiap jelang Idul Fitri itu. Tapi, yang jelas, katanya, rezeki yang ia peroleh itu, dapat membuat istri dan anaknya tersenyum menyambut Hari Raya Idul Fitri. (enal)

     

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus