Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Istri Dubes RI Untuk Myanmar Kenalkan Kawah Putih

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_13313.jpg

    BANDUNGKAB-Sejumlah kawasan pariwisata di wilayah Kabupaten Bandung ternyata mampu menarik minat 40 guru-guru negeri Myanmar untuk berkunjung. Kawasan wisata Kawah Putih yang berada di wilayah Bandung Selatan ini tepatnya di Kecamatan Rancabali Kabupaten Bandung menjadi salah satu kawasan yang dikunjungi oleh guru-guru dan staf Indonesian International School Yangon (IISY) Myanmar tersebut.

    Ketua rombongan IISY, Hj.Titeu Puspita mengatakan kunjungan para delegasi pendidikan ke Kabupaten Bandung ini dalam rangka untuk meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan di IISY.

    ”Sekaligus untuk mempromosikan budaya dan pariwisata Indonesia khususnya pariwisata di Kabupaten Bandung terhadap guru-guru yang mayoritas berwarga asing”, ucap Titeu Puspita saat bertandang ke rumah jabatan Bupati Bandung Komplek Perkantoran Pemkab Bandung Soreang, Senin (27/07/2015). Turut serta dalam rombongan Kepala Sekolah IISY, Drs.Sirdjanul Ghufron, M.Ed, St dan tokoh pariwisata di Kota Soreang, I Nyoman Nuarta.

    Kedatangan mereka secara resmi disambut Bupati Bandung H.Dadang Mochamad Naser, SH, M.Ip, didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), Drs.Juhana, M.Pd, Asisten Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat, Marlan S.Ip, Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata, Akhmad Djohara serta Ketua TP PKK Kabupaten Bandung, Hj.Kurnia Agustina Dadang M.Naser.

    Titeu yang merupakan istri duta besar (dubes) Republik Indonesia (RI) untuk Myanmar, Ito Sumardi ini secara singkat menerangkan IISY merupakan binaan dari kedutaan besar RI untuk Myanmar. Pada tahun ajaran 2014/2015 ini, IISY memiliki 520 siswa, mulai jenjang tingkat TK, SD, SMP dan SMA, yang berasal dari 12 negara. “10 % siswanya berasal dari Indonesia, dan 90% dari Myanmar”, terang Titeu.

    Titeu menambahkan, sebagai warga asli Kabupaten Bandung, tepatnya warga Soreang, Titeu merasa bangga bisa mengenalkan potensi wisata yang dimiliki Kabupaten Bandung kepada warga asing. Menurutnya, kawasan wisata di Bandung Selatan merupakan daerah yang tidak bosan dikunjungi karena menyediakan pemandangan alam yang indah, cuaca yang sejuk dan berbagai jenis kuliner khas Kabupaten Bandung, termasuk Kawah putih.

     “Terimakasih atas sambutan ini Pa Bupati, sebagai warga Soreang Saya merasa tersanjung dan sangat bangga bisa mengenalkan potensi pariwisata Kabupaten Bandung pada warga Myanmar”, tambahnya pula.

    Bupati Dadang Naser berharap dari pertemuan tersebut, kedua belah pihak bisa lebih mengembangkan persahabatan dalam bentuk kerjasama yang bisa menguntungkan kedua negara, khususnya untuk kemajuan Kabupaten Bandung.“Kami mengharapkan arahan dari KBRI untuk Myanmar, tentang apa saja yang bisa kita tuangkan dalam jalinan kerjasama sehingga menguntungkan kedua belah pihak”, ucap Dadang Naser.

    Dalam kesempatan itu Dadang secara singkat memaparkan kondisi wilayah Kabupaten Bandung. Dengan wilayah seluas 176.238,67 ha, 53,22 % merupakan kawasan budidaya pertanian. Potensi sumber daya alam yang dimiliki Kabupaten Bandung dikembangkan untuk kepentingan pertanian, pariwisata, industri, permukiman, pertamanan dan olahraga.

    Dadang mencontohkan, untuk sektor pertanian, di Kecamatan Pangalengan memiliki beberapa komoditas unggulan. Diantaranya, perkebunan teh dan kopi. “Bahkan kopi kita telah diakui di tingkat internasional”, tuturnya pula

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus