Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Penyelamatan Sawah Kekeringan Terus Dilakukan

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_13428.jpg

    BANDUNG-Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Jawa Barat terus melakukan upaya-upaya penyelamatan atau penanganan sawah yang mengalami kekeringan. Upaya penanganan dilakukan melalui penanganan jangka pendek, penanganan jangka menengah dan penanganan jangka panjang.

    Kepala Balai Perlindungan Tanaman Pangan Dan Hortikultura Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Jawa Barat, Ir. Dadan Hidayat, MSi menjelaskan, penanganan jangka pendek dilakukan dengan cara menginventarisir titik-titik yang masih ada sumber airnya, untuk mengetahui dalam tidaknya sumber air tanah yang ada.

    “Apabila sumber air tanahnya dangkal, dilakukan upaya pembuatan sumur patek atau pengerukan menggunakan alat, sehingga air yang terkumpul dapat dimanfaatkan dengan menggunakan pompa,” kata Ir. Dadan Hidayat, Msi sebagaimana disampaikan Humas Dinas Pertanian Tanaman Pangan kepada jabarprov.go.id, Senin (3/8).

    Selain itu, lanjut Dadan, mengoptimalkan bantuan pompa yang ada dengan melakukan pompanisasi air sungai. Kegiatan ini dilaksanakan dengan kerjasama pengairan, PU dan Babinsa. Apabila masih ada air, melakukan upaya pengaturan air dengan system gilir giring air.

    Penanganan jangka menengah dilakukan dengan cara normalisasi saluran primer dan sekunder, dengan melakukan pengerukan sedimentasi, perbaikan pintu-pintu air, serta pembuatan sodetan, misalnya di Waduk salam Darma Subang yang apabila dibuat sodetan akan mampu mengairi areal sawah di Kecamatan Compreng dan Pusakanagara seluas 11.000 hektar.

    Upaya lainnya dalan penanganan jangka menengah adalah normalisasi jaringan irigasi secara swadaya oleh kelompok tani, pembuatan embung dan pemeliharaan sungai. Pipanisasi di lokasi yang memiliki sumber air jauh dan berada di bawah areal lahan pertanian serta melaksanakan koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah untuk menginventarisasi daerah-daerah yang puso untuk diberikan bantuan benih, air bersih dan bahan pangan. Di samping itu, melaksanakan pemanfaatan teknologi hujan buatan.

    Adapun penanganan jangka panjang dengan cara menyiapkan benih sebagai bantuan bagi daerah yang terkena puso, melakukan pemetaan daerah rawan kekeringan, melakukan kegiatan sekolah lapang iklim, sehingga petani mampu membaca iklim apabila BMKG melalukan sosialisasi tentang iklim sampai ke tingkat petani. Hal tersebut akan berdampak pada pengaturan waktu tanam, pengaturan komoditas, pengaturan varietas yang tahan kekeringan dan varietas yang berumur pendek.

    Selain itu, melakukan sosialisasi tentang asuransi pertanian dan melakukan pengelolaan air dengan baik, misalnya melakukan penghitungan berapa kebutuhan air per hektar sawah. Dengan demikian saluran-saluran irigasi bisa diperbaiki, dijaga dari sedimentasi, kebocoran dan penyalahgunaan penggunaan air. (enal)

     

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus