Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Harga Daging Ayam dan Telur Naik

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_13675.jpg

    CIMAHI-Hingga hari ini, harga daging ayam masih tetap tinggi. Hal ini dikarenakan pasokan ayam dari bandar ayam ke pedagang di pasar tradisional masih sangat kurang. Kini, harga daging ayam mencapai Rp 38.000 per kg, dimana harga sebelumnya dikisaran Rp 20.000/ kg. Akibat tingginya harga daging ayam, omzet para pedagang turun.  Begitupun harga telur ayam naik mencapai Rp. 22.000/Kg, yang awalnya Rp. 18.000/Kg. (Kamis (20/8)

    Pedagang telah melakukan mogok dagang selama  7 hari, dimulai dari tanggal 17 hingga 24 agustus. Walaupun mogok berjualan namun pedagang akan tetap berjualan, tetapi tidak dengan waktu yang lama seperti biasanya. Kemudian mereka akan berjualan hanya sesuai pasokan daging ayam. Sudah beredar surat dan himbauan dari asosiasi para pedagang pasar yang berisi himbauan untuk mogok berjualan di kalangan pedagang ayam potong di Pasar Antri, Kota Cimahi. Ini merupakan salah satu bentuk protes para pedagang atas tingginya harga daging ayam ini. Para pedagang berdalih jika harga ayam tetap bertahan seperti sekarang, baik pedagang maupun pembeli sama-sama akan dirugikan.

    "Konsumen tak mau membeli di atas Rp 38 ribu per kilogram," ujar Ujang, Kamis (20/8)

    Ujang merasa kenaikan harga daging ayam di pasaran diakibatkan oleh adanya permainan yang dilakukan oknum pengusaha, yang sengaja menimbun persediaan ayam potong. Hal ini yang mengakibatkan persediaan ayam di tingkat bandar saat ini kosong. Kemudian menjadikan pasokan ayam potong ke pasar tradisional sangat kurang.

    Ujang berharap pemerintah secepatnya menentukan sikap dan mengambil jalan keluar untuk menangani masalah kenaikan harga ayam potong saat ini.

     

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus