Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Pasca Mogok, Harga Daging Ayam Masih Tinggi

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_13697.jpg

    CIMAHI-Aksi mogok yang dilakukan para pedagang daging ayam mulai Kamis (20/8) siang hingga Minggu (23/8), ternyata tak dapat mempengaruhi harga daging ayam di Pasar Cijerah, Kecamatan Bandung Kulon, Kota Bandung, Senin (24/8).

    “Harga daging ayam masih tinggi. Saya kira harga daging ayam akan turun sesuai harapan konsumen dengan harga paling tinggi sama dengan harga  daging ayam Operasi Pasar yaitu Rp 32.000 per kilogram. Tapi, ternyata harga daging ayam di Pasar Cijerah ini masih tinggi, yaitu Rp 38.000 sampai Rp 40.000 per kilogram,” kata Dadang, warga Kelurahan Cijerah, Kecamatan Bandung Kulon, Kota Bandung kepada jabarprov.go.id, Senin (24/8).

    Oleh karena harga daging ayam masih tinggi, kata Dadang, dirinya terpaksa mengurungkan niatnya untuk membeli.

    Berdasarkan pantauan jabarprov.go.id, bukan hanya Dadang yang mengurungkan niatnya membeli daging ayam dengan alasan harganya masih tinggi. Tapi, juga ada sejumlah konsumen lainnya. Diantaranya Rina, Wawan dan Suhendra. Mereka hanya melihat dan menanyakan harganya saja.

    Darman, salah seorang pedagang daging ayam di Pasar yang berbatasan dengan wilayah Kelurahan Melong, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi tersebut, mengakui memang aksi mogok jualan yang dilakukan oleh para pedagang daging ayam sejak Kamis (20/8) siang hingga Minggu (23/8), tidak berpengaruh terhadap harga daging ayam.

    “Tidak ada, mogok jualan tidak ada pengaruhnya terhadap harga daging ayam. Dari pemasoknya juga masih mahal,” kata salah seorang pedagang daging ayam di Pasar Cijerah kepada jabarprov.go.id, Senin (24/8).

    Dadang dan konsumen daging ayam lainnya berharap agar pemerintah terus melakukan operasi pasar hingga harga daging ayam kembali wajar, dengan harga paling tinggi antara Rp 28.000 sampai Rp 30.000 per kilogram. (enal)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus