Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Pengrajin Tahu Mulai Terkena Dampak Kenaikkan Dollar

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_13752.jpg

    BANDUNG- Kenaikkan nilai tukar Dollar Amerika terhadap rupiah mulai dirasakan dampaknya oleh para pengrajin tahu di Wilayah Cibuntu, Kelurahan Warung Muncang, Kecamatan Bandung Kulon, Kota Bandung. Pasalnya, bahan baku tahu, yaitu kacang kedelai impor harganya mulai bergerak naik.

    “Kemarin (Selasa, 25/8), saya membeli kacang kedelai impor Rp 6.500 per kilogram. Hari ini (Rabu, 26/8), harga kacang kedelai impor sudah naik menjadi Rp 7.200 per kilogram,” kata Iwan, salah seorang pengrajin tahu di RT 07 RW 07, Kelurahan Warung Muncang, Kecamatan Bandung Kulon, Kota Bandung kepada jabarprov.go.id, Rabu (26/8).

    Kenaikkan harga kacang kedelai impor tersebut, menurut Iwan, sangat mempengaruhi kegiatan usahanya. Diantaranya, keuntungan usaha tahu yang digelutinya dan menjadi andalan untuk menghidupi keluarga, menjadi berkurang.

    Meski harga bahan baku naik dan menyebabkan keuntungan menjadi berkurang, namun Iwan, belum berani menaikkan harga jual tahu ataupun mengurangi ukuran tahu karena khawatir kehilangan pelanggan atau pembeli.

    Hal yang sama juga dialami oleh sejumlah pengrajin tahu lainnya di RW tersebut. “Saya belum berani menaikkan harga tahu khawatir ditinggalkan pembeli. Demikian juga mengurangi ukuran tahunya,” kata Ape, pengrajin tahu di RT 06 RW 07, Kelurahan Warung Muncang, Kecamatan Bandung Kulon, Kota Bandung.

    Harga tahu yang dijual oleh Iwan dan Ape masih tetap seperti ketika harga kacang kedelai impor Rp 6.500 per kilogram.  Yang paling kecil atau potongan 12 dijual Rp 300 per buah, ukuran sedang atau potongan 9 rata dijual Rp 500 per buah, potongan 9 takus dijual dengan harga Rp 600 per buah. Sedangkan ukuran besar dijual dengan harga Rp 750 per buah dan ukuran jumbo dijual dengan harga Rp 1.250 per buah. (enal)

     

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus