Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Hilangnya Pangsa Pasar Goverment Sebabkan Turun 35%

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_13788.jpg

    SUBANG, – Himbauan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN dan RB) menjadi salah satu penyebab menurunnya tingkat kunjungan dan hunian hotel selama tahun 2015 di Sari Ater Subang Jawa Barat. 

    Hal tersebut dikatakan oleh  Humas PT. Sari Ater, Yuki Azuania di Subang, Jum'at (28/8). Penurunann tersebut menyebabkan tidak mencapai target yang ditetapkan oleh manajemen. “Masih ada waktu 3 bulan untuk mengejar target,” tambahnya.

    Sebab menurut Yuki pangsa pasar government - instansi pemerintah dan BUMN – menguasai  35% pangsa pasarnya. Sehingga sejak dikeluarkannya himbauan tersebut membawa dampak penurunan yang cukup signifikan dari target yang telah ditetapkan. “Manjemen masih memiliki waktu 3 bulan untuk mengejar capaian target yang telah ditetapkan,” ujarnya. Mengenai besaran nilai Yuki enggan menyebutkan nilai pastinya dengan alasan ada bagian yang mengolah data tersebut.

    Kemudian aspek lainnya yang menjadi penyebab menurunnya tingkat kunjungan ialah kapasitas jalan tidak sebanding dengan pertumbuhan kendaraan. Sehingga pada saat weekend, long weekend dan liburan besar nasional terjadi antrian kendaraan yang menuju ke Sari Ater. “Membuat waktu tempuh dari Subang ke Sari Ater menjadi lebih lama,” ujarnya.

    Untuk itu pihaknya melakukan strategi mengoptimalkan fasilitas lain yang banyak diminati dan menyasar wisatawan indivual pada waktu biasa maupun liburan dengan pertimbangan minat dan daya beli masyarakat. Seperti layanan kolam rendam 24 jam dengan memberikan voucher midnight. “Kolam rendam banyak diminati oleh wisatawan dari Bandung,” tambahnya.

    Pengaruh lainnya ialah penyebaran kunjungan dengan objek wisata di Ciater dan sekitarnya. “Secara persentase sharing kunjungan berkisar 2% sampai 3%,” ujarnya.

    Yuki menyarankan supaya pihak Pemerintah Provinsi maupun Kabupaten turut mendorong pertumbuhan pariwisata dengan meningkatkan infrastruktur jalan sesuai dengan pertumbuhan kendaraan. “Karena antrian kendaraan yang panjang akan memberikan pengalaman buruk bagi pengunjung karena banyak waktu tersisa (yang terbuang di jalan),” jelasnya. Disamping itu muncul harapan peluang besar dengan dibukanya akses jalan tol Cikampek – Palimanan (Cipali) yang bisa mendorong kemudahan wisatawan menuju Sari Ater. Seyogyanya kemudahan ini diimbangi dengan menambah infrastruktur jalan khususnya Subang – Jalancagak.

    Namun demikian, berkurangnya jumlah kunjungan, kata Yuki tidak sampai membuat defisit pendapatan Sari Ater. “Berkurangnya jumlah kunjungan tidak sampai membuat defisit sebagaimana tersiar kabar di media massa,” katanya.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus