Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    7,1 Hektar Sawah Berpotensi Puso

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_13870.jpg

    CIMAHI- Kepala Bidang Pertanian dan Ketahanan Pangan Diskopindagtan Kota Cimahi, Asep Herman mengungkapkan, sawah di Kota Cimahi juga mengalami kekeringan akibat musim kemarau. Namun, jumlahnya tidak terlalu luas seperti di kabupaten/kota lainnya di Jawa Barat.

    “Berdasarkan data hingga Agustus 2015, luas sawah di Kota Cimahi yang mengalami kekeringan sehingga berpotensi gagal panen atau puso mencapai 7,1 hektar, yaitu 4,8 hektar di Kelurahan Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selatan dan 2,3 hektar di Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara,” kata Asep Herman di kantornya, Gedung Kompleks Perkantoran Pemerintah Kota Cimahi, Jalan Raden Demang Hardjakusumah, Kota Cimahi kepada jabarprov.go.id, Rabu (2/9).

    Asep menjelaskan, jumlah luas sawah di Kota Cimahi berdasarkan data Badan Pusat Statistik Tahun 2013 mencapai 276 hektar, tersebar di Kecamatan Cimahi Utara dan Kecamatan Cimahi Selatan. Dalam musim kemarau ini, kata Asep, pihaknya terus melakukan pemantaun terhadap kondisi sawah di wilayah Kota Cimahi.

    “Kalau tidak turun hujan dalam satu hingga dua bulan ke depan, kemungkinan besar luas sawah yang mengalami kekeringan dan berpotensi gagal panen akan bertambah lagi,” katanya.

    Rata-rata areal sawah di Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selatan, menurut Asep, kondisi tanahnya berbukit dengan irigasi setengah teknis, bahkan irigasinya ada yang tidak berfungsi sama sekali, karena mata airnya tertutup. Di samping itu, ada juga sawah tadah hujan.

    Sedangkan di Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara, kondisi sawahnya diairi oleh irigasi dari Cijorolot Kabupaten Bandung Barat yang merupakan irigasi setengah teknis yang dialiri air dari mata air di Cisarua. (enal)

     

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus