Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    KUR Jabar Hanya Terserap 40%

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/logo_bank_indonesia2.jpg

    Bandung- Jawa Barat tahun 2010 mendapatkan jatah penyaluran dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp3,5 triliun. Namun dana sebesar itu belum maksimal terserap oleh kalangan usaha mikro dan kecil (UMKM). Komitmen perbankan untuk membantu pengembangan usaha UMKM pun masih dipertanyakan.

    Kepala Kantor Bank Indonesia (KBI) Bandung Lucky Fathul Azis mengatakan dari dana yang disiapkan Rp3,5 triliun itu yang sudah tersalurkan hingga November 2010 mencapai Rp1,4 triliun atau hanya 40% dari target.

    "Penyaluran KUR oleh perbankan masih belum maksimal, hingga November baru sekitar 40%," ujar dia.

    Dana sebesar Rp1,4 triliun itu disalurkan kepada 504.804 debitur (perorangan/ UMKM). Penyaluran KUR Jabar masih dibawah Jawa Tengah dan terbanyak disalurkan untuk wilayah Jawa Timur.

    Dia menyatakan masih rendahnya penyaluran KUR tersebut karena perbankan masih terlalu berhati-hati menyalurkan kredit sementara pihak UMKM banyak yang tidak memiliki agunan atau jaminan seperti disyaratkan oleh pihak bank. "Jaminan masih menjadi kendala nomor satu."

    Lucky menyatakan terkait jaminan yang menjadi syarat kredit pemerintah daerah atau organisasi profesi semacam Kadin bisa menjadi penjamin kredit bagi UMKM.

    Pemprov Jabar, ujar dia, sudah memiliki rencana bagus yakni menyiapkan dana stimulan bagi UMKM sebesar Rp100 miliar. Dana itu akan menjadi jaminan bagi UMKM yang mendapatkan kredit di Bank. Namun skema penggunaannya masih belum jelas.

    "Saya juga mengusulkan agar Kadin dalam hal ini ketuanya, bisa menjadi penjamin (avalis) kepada bank, saya kira bank akan mempercayai Kadin sehingga kredit untuk UMKM bisa dicairkan. Namun tentunya organisasi ini harus bekerja lebih baik lagi, sebab ada kesan masing-masing anggota sibuk dengan proyeknya masing-masing," tegas Lucky.

    Selain itu harus ada kejelasan peran dinas terkait UMKM serta komitmen dari  perbankan yang ditetapkan sebagai penyalur UMKM yakni BTN, BNI, Bank Mandiri, BRI, Bukopin, BSM, dan Bank BJB. Hal itu harus dapat dilakukan mengingat dana KUR tahun depan kemungkinan ditambah.

    Sementara itu Koordinator Pusat Pengembangan Pendampingan (P3) UKM wilayah KBI Bandung Miftah Budiman menyatakan akses UMKM terhadap perbankan masih kurang bukan hanya karena tidak memiliki jaminan. Namun juga akibat kurang mampu dalam mengelola manajemen perusahaan terutama dalam membuat laporan keuangan.

    "P3UKM membantu UMKM untuk hal itu, dan untuk wilayah Bandung saja sudah 3.627 debitur yang mendapatkan kredit dengan bantuan P3UKM, nilainya mencapai Rp166 miliar," kata dia.

    Dia menambahkan potensi UMKM di Jabar mencapai lebih dari 8 juta unit, namun yang sudah mampu mengakses kredit perbankan hanya kurang dari 2 juta unit.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus