Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Gubernur Jabar Raih Penghargaan Pembina K3 Nasional 2015

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_13964.jpg

    JAKARTA-Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menerima penghargaan Pembina K3 Nasional Tahun 2015. Penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Hanif Dhakiri kepada Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar, di ruang Birawa Hotel Bidakara, jl. Jend. Gatot Subroto Kav.71-73, Jakarta Selatan, pada Kamis (10/9) malam.

    Penghargaan Pembina K3 ini diberikan kepada para kepala daerah yang berhasil menekan angka kecelakaan kerja (zero accident) di daerahnya masing-masing. Penghargaan tersebut  diperoleh berdasarkan hasil evaluasi tingkat pusat dengan mempertimbangkan pelaksanaan uji petik berdasarkan laporan lembaga audit SMK3 (Sistim Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja).

    Selain hak dasar bagi setiap pekerja, dan kewajiban utama bagi para pelaku industri, K3 juga ditujukan untuk menjamin kesehatan dan keselamatan warga di sekitar lokasi kerja industri. Berdasarkan hal tersebut, Kemenaker mengangkat tag line baru dalam rangka sosialisasi K3, yaitu "Safety is my life" selain "Saya pilih selamat" yang telah dicanangkan tahun sebelumnya. Dengan harapan, K3 akan menjadi budaya, perilaku  yang senantiasa tercermin di kehidupan sehari-hari.

    Wagub Deddy Mizwar menilai, dunia industri, para pekerja, termasuk pemerintah, harus membangun koordinasi dan integrasi yang baik, layaknya membangun sebuah mitra. SMK3 juga merupakan investasi untuk meningkatkan produktifitas. Maka Sistem Manajemen ini diperlukan untuk mencegah dan mengurangi terjadinya kecelakaan dan penyakit akibat kerja, untuk menjamin setiap sumber produksi dapat dipergunakan secara aman, sehingga proses produksi pun dapat berjalan lancar.

    “yah jadi, para dunia usaha, industri, dan juga para pekerja atau buruh itu mitra, bahkan kalau dalam kaitan SMK3 ini, justru merupakan investasi. Juga  Keselamatan dan kesehatan kerja, jadi investasi dunia usaha untuk meningkatkan produktifitas, ini sangat penting,” jelas Wagub.

    “Dan satu lagi  yang buat saya tersentuh, bagaimana juga mencegah HIV/AIDS di kalangan pekerja, dalam konteks kesehatan dan keselamatan kerja. Saya kira ini sudah terdeteksi potensi itu ada, maka bagaimana mencegah itu lebih lanjut, tanya wagub.  jadi bukan sekedar hanya asuransi, atau perlindungan, keselamatan, tapi juga sebuah sistim manajemen yang bisa mengawasi keselamatan dan kesehatan termasuk  HIV/AIDS. Kalau HIV/Aids sudah masuk, itu jelas-jelas  sangat parah. Bukan saja keselamatan kesehatan, ada ketakutan kerja nanti. Saya bilang K4, tambah ketakutan kerja,” seloroh wagub.

    Senada dengan Deddy, Menaker Hanif pun mengatakan bahwa, hadirnya K3 sebagai salah satu aspek normatif di bidang usaha, jangan dianggap sebagai beban. Karena keselamatan memang untuk bersama.

    "K3 jangan dianggap sebagai beban. Ini merupakan investasi penting bagi kegiatan usaha kita. Ini harus dilakukan oleh semua pelaku usaha." Kata Hanif.

    Menurut Hanif, K3 harus menjadi komponen penting perusahaan dalam bidang Manajemen Resiko, agar dapat menjadi salah satu indikator dalam pembangunan ketenagakerjaan, dan peningkatan perlindungan keselamatan serta kesehatan kerja. Sehingga dapat menjamin kesempurnaan jasmani dan rohani tenaga kerja serta hasil karya dan budayanya.

    Penganugerahan K3 pada tahun 2015 ini meliputi penghargaan untuk pencapaian 3 tahun berturut-turut Kecelakaan Nihil (zero Acident), yang diraih oleh 956 Perusahaan. Penghargaan SMK3, untuk 635 perusahaan yang telah diaudit lembaga independen. Serta penghargaan Program Pencegahan dan Penanggulangan HIV/AIDS di tempat kerja, yang telah dijalankan oleh 75 perusahaan.

    Adapun 14 Gubernur lain yang mendapatkan penghargaan serupa untuk Pembina K3 tingkat Provinsi. Seperti Gubernur Jawa Timur, DKI Jakarta, Kalimantan Timur, Sumatera Utara, Riau, Banten, Jawa Tengah, Kalimantan Selatan, Sumatera Selatan, Jambi, lampung, Nanggroe Aceh Darussalam, Sulawesi Selatan, Kalimantan Tengah.

    Pembina K3 tingkat Kabupaten/Kota, ada 29 Bupati/Walikota yang mendapatkan Penghargaan. Untuk  Jawa Barat sendiri, penghargaan diraih oleh Wali Kota Bandung, Bupati Indramayu, Bupati Cirebon, Wali Kota Bekasi, dan Bupati Subang.

    Hadiri pula pada Malam Penganugerahan tersebut DPN Apindo, Pimpinan Serikat Pekerja, Pimpinan Lembaga Audit Independen, Jajaran Direksi BUMN, serta para Pimpinan Perusahaan pelaku industri lainnya.

     

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus