Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Gelar Inovasi Tampilkan 48 Projek Perubahan Alumni Diklatpim

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_14075.jpg

    BANDUNG-Badan Pendidikan dan Pelatihan Daerah (Badiklatda) Provinsi Jawa Barat menggelar Pameran atau Gelar Inovasi Projek Perubahan Alumni Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan (Diklatpim) di Kompleks Gedung Badiklatda Provinsi Jawa Barat, Jalan Windu Nomor 26, Kota Bandung, Senin (21/9) dan Selasa (22/2).

    Gelar Inovasi dibuka oleh Plh. Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar dan sekaligus juga meluncurkan Badiklatda Berbasis Teknologi Informasi di Aula Gedung Badiklatda Provinsi Jawa Barat, Jalan Windu Nomor 26, Kota Bandung, Senin (21/9). Acara pembukaan tersebut, dihadiri oleh Deputy Inovasi Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia (LAN RI), pimpinan OPD di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan undangan lainnya.

    Kepala Badiklatda Provinsi Jawa Barat, Herri Hudaya dalam laporannya menjelaskan,  gelar inovasi diarahkan kepada upaya untuk dapat menampilkan karya dari peserta Diklatpim yang dikategorikan terbaik,  baik dari Pim II,  Pim III maupun Pim IV, untuk juga dapat disampaikan kepada seluruh stake holder, baik di lingkungan pemerintahan, dunia swasta, juga masyarakat agar dapat memahami bagaimana sebetulnya upaya yang dilakukan oleh birokrasi pada saat ini yang merupakan hasil dari pendidikan dan pelatihan.

    “Pada kesempatan gelar inovasi ini akan ditampilkan sekitar48 inovasi dari kurang lebih 1500 inovasi yang telah dilahirkan di Badiklatda Jawa Barat ini. Kecil memang, tapi akan kita coba untuk menyampaikan kepada berbagai stake holders supaya dapat melihat, sampai sejauhmana sebetulnya upaya para pejabat kita di semua level, di semua  sector, di semua lini untuk  mempercepat proses  pencapaian reformasi birokrasi,” katanya.

    Herri Hudaya menjelaskan, Diklatpim pola baru memberikan garansi, apabila seorang peserta diklatpim yang telah lulus dalam diklatpimnya. Garansi yang pertama adalah, dia qualivaid dalam jabatan. Garansi yang kedua adalah dia  telah melakukan inovasi baru yang bermanfaat, paling tidak  bagi organisasinya, di unit kerjanya. Hal ini berbeda dengan diklatpim pola lama. Ini adalah satu garis lurus antara pendidikan pelatihan dengan  kinerja.

    Dari 1500 inovasi yang telah dilahirkan para alumni itu, papar Herri, tergambar bagaimana upaya kita untuk dapat memberikan yang terbaik dalam  pelayanan public, sekaligus peningkatan kinerja.

    “Oleh karena itu, tentunya sayang sekali kalau kemudian inovasi seperti ini lewat begitu saja, tidak diketahui oleh unit kerjanya. Oleh karena itu, kami menggagas untuk dilakukannya gelar inovasi,” katanya.

    Gelar inovasi ini, menurut Herri,  akan bermanfaat, bukan hanya bagi Jawa Barat, tetapi juga bagi Indonesia. Yang bisa mengikuti boleh mereplikasi secara utuh di unit kerjanya, tapi tidak untuk jadi bahan Diklatpim berikutnya.

    “Jadi ini nanti ada semacam system yang kita buatkan supaya tidak terjadi plagiarism. Ini betul-betul murni yang  dilakukan oleh seluruh peserta diklatpim. Diharapkan dari  gelar seperti ini pada waktu yang akan datang,  akan terjadi pengembangan dalam penyelenggaraan pemerintahan dengan berhubungannya kita dengan dunia perguruan tinggi dan riset, sehingga apa yang kiat buatkan itu akan menghasilkan suatu yang bisa  dikembangkan lebih jauh. Ini mungkin ke depannya seperti itu,” katanya. (enal)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus