Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Mendagri Ungkap Progress Report Kemendagri

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_14088.jpg

    BANDUNG-Mendagri, Tjahyo Kumolo, dalam rapat penyerapan anggaran, di Kantor Bappeda Jabar, (22/9) memaparkan Kemendagri dalam tahun ini telah merealisasikan beberapa program kerja.

    Berkenaan dengan regulasi yang dibuat di daerah, Perda yang berlaku sudah dilaksanakan evaluasi. Dari proses evalusi tersebut, sebanyak 139 Perda dikembalikan karena bertentangan dengan UU, tetapi Feedback dari evalusi tersebut belum ada, bisa opsinya Perda itu dibatalkan atau diperbaiki.

    Penyerapan anggaran sudah dievaluasi, realisasinya di daerah bervariasi, antara 40 persen, 50 persen bahkan 20 persen.Rendahnya penyerapan anggaran, jika faktornya karena hati-hati dianggap wajar. Dana desa, juga sudah dievaluasi. Realisasi dana desa yang sudah dicairkan baru mencapai 18 persen.

    Kondisi anggaran, sambung Tjahyo  kendati kurs rupiah melemah masih tersedia. Jika digelontorkan semuanya akan menopang penyelenggaraan  pembangunan.  Sementara  pelaksana teknis di daerah diminta merealisasikannnya dengan mengedepankan prinsif hati-hati.

    Untuk mengamankan penyaluran anggaran, agar tidak menimbulkan kekhwatiran di tataran pelaksanaannya  Kemendagri kini sudah berkoordinasi dengan Jaksa Agung dan Kapolri.

    Usulan pemekaran daerah, juga menjadi perhatian Kemendagri. Kini, ada 87 daerah otonom baru yang akan segera dibahas dan ada usulan 119 usulan otonom baru.

    Jika pemekaran untuk pemerataan pembangunan tidak menjadi persoalan. Untuk kondisi 
    Jabar, riak kecil usulan pemekaran wilayah baik usulan Provinsi maupun Kabupaten/Kota belum menjadi gelombang besar.

    Hal yang diwaspadai di daerah  adanya Konflik sosial.Jika di daerah terjadi konflik  Pemerintah di daerah segera berkoordinasi dengan aparat penegak hukum.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus