Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    50 Guru TK/SD Ikut Workshop Teknik Mendongeng

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_14160.jpg

    BANDUNG- Sebanyak 50 orang terdiri dari guru SD dan TK berasal dari Wilayah Bandung Raya mengikuti kegiatan Workshop Peningkatan Layanan Kreativitas Literatur Tentang Jawa Barat dengan Topik Teknik Mendongeng di Gedung Perpustakaan Deposit BAPUSIPDA Provinsi Jawa Barat, Jalan Soekarno Hatta 629, Kota Bandung, Senin (28/9).

    “Kegiatan Workshop ini digelar sebagai upaya Badan Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (Bapusipda) Provinsi Jawa Barat dalam Peningkatan Implementasi Layanan Perpustakaan Deposit bagi masyarakat,” kata Kepala Bidang Deposit dan Pengolahan Bahan Perpustakaan Bapusipda Provinsi Jawa Barat, Dr. Hj. Oom Nurrohmah, MSi kepada jabarprov.go.id.

    Penyelenggaraan workshop tersebut bertujuan, pertama, untuk meningkatkan layanan perpustakaan deposit, khususnya untuk kalangan anak-anak. Kedua, diharapkan masyarakat, khususnya anak-anak mengenal budayanya sendiri melalui bahan bacaan.

    “Kami mengharapkan agar perpustakaan deposit ini, khususnya koleksi bacaan untuk anak-anak dapat termanfaatkan secara optimal. Layanan perpustakaan tidak hanya sebatas layanan baca dan pinjam, melainkan juga layanan implementasi hasil bacaannya. Agar koleksi tentang Jawa Barat ini, terimplementasikan oleh pengguna, maka digelarlah kegiatan workshop ini,” katanya.

    Kegiatan workshop menghadirkan dua orang nara sumber, yaitu Dra. Hj. Heni Helmiati, MMpd dan Erwin. Dra. Hj. Heni, Pembawa Acara “Dongeng” Pada Dunia Anak di TVRI Bandung (Sekarang TVRI Jabar Banten) dari Tahun 2002-2006 itu, menyampaikan materi tentang cara-cara bercerita efektif dan menarik. Sedangkan Erwin menyampaikan materi tentang praktek pembuatan alat peraga yang digunakan untuk mendukung cerita dalam ngadongeng.

    Menurut Dra.Hj. Heni,  pendongeng yang baik harus dapat merangsang anak-anak untuk mengajukan pertanyaan atau komentar setelah ia selesai bercerita. Di samping itu, harus dapat merangsang minat anak untuk membaca dan menuliskan gagasannya.

    “Oleh karena itu, cerita yang akan dibawakan harus mempunyai greget, karena jalan ceritayang statis tidak akan menarik minat anak,” katanya. (enal)

     

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus