Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Dongeng Dapat Membuka Cakrawala Pemikiran Anak

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_14161.jpg

    BANDUNG- Cerita atau dongeng apabila disajikan dengan menarik akan membuka cakrawala pemikiran anak, sehingga mereka mendapatkan sesuatu yang berharga bagi dirinya dan dapat memilih mana yang benar dan mana yang salah.

    Pernyataan tersebut disampaikan Dra.Hj. Heni Helmiati, M.MPd, nara sumber dalam kegiatan Workshop Peningkatan Layanan Kreativitas Literatur Tentang Jawa Barat dengan Topik Teknis Mendongeng yang digelar Bapusipda Provinsi Jawa Barat melalui Bidang Deposit dan Pengolahan Bahan Perpustakaan di Gedung Perpustakaan Deposit, Jalan Soerkarno Hatta Nomor 629, Kota Bandung, Senin (28/9).

    Workshop diikuti oleh 50 orang guru SD dan TK berasal dari Wilayah Bandung Raya, yaitu dari Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Sumedang, Kota Cimahi dan Kota Bandung.

    Menurut Heni bercerita atau ngadongeng mempunyai beberapa tujuan. Diantaranya melatih daya tangkap, melatih daya piker, melatih daya konsentrasi, membantu perkembangan fantasi, menciptakan suasana menyenangkan dan akrab sehingga anak memiliki kesenangan menikmati jalannya cerita, melatih anak menjadi peka terhadap lingkungannya dan membantu membentuk karakter anak.

    Bercerita dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu bercerita tanpa alat peraga dan bercerita dengan alat peraga. Bercerita tanpa alat peraga dapat dilaksanakan apabila tidak ada alat peraga konkrit.

    “Dalam bercerita tanpa alat peraga, mimik atau ekspresi muka dan pantomimic atau gerak-gerik pendongeng harus menolong fantasi anak untuk menghayalkan hal-hal yang diceritakan,” katanya.

    Sedangkan bercerita dengan alat peraga dilakukan dengan maksud memberikan gambaran yang tepat mengenai hal-hal yang didengar dalam cerita. Dengan bercerita menggunakan alat peraga, menurut Heni, dapat dihindarkan fantasi anak yang terlalu menyimpang dari hal-hal yang sebenarnya dimaksudkan oleh pendongeng.

    “Alat peraga yang digunakan dalam ngadongeng bisa alat peraga langsung seperti binatang atau benda sebenarnya dan alat peraga tidak langsung, yakni benda tiruan, gambar lepas atau dalam buku dan guntingan-guntingan gambar,” katanya. (enal)

     

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus