Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Luas Hutan Jabar bertambah 4.000 Hektar

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_14162.jpg

    BANDUNG-Sejak 2003 ternyata luas hutan di Jawa Barat bertambah 4.000 hektar. Penambahtan itu karena adanya stem konpensasi yang diberlakukan untuk wilayah hutan yang beralih fungsi.

    luas hutan konpensasi itu biasanya lebih lebar dari yang dipakai pihak ketiga. Kepala Dinas Kehutanan Jawa Barat ir. Budi Susatijo mengatakan semua pihak yang mengelola lahan hutan wajib memberikan konpensasi minimal sama luasnya dengan lahan yang digunakan.

    "Luasan pengganti itu tergantung dari penilaian tim," ujar Budi di kantornya, Senin (28/9).

    Selama ini konpensasi hutan paling tinggi ketika lahan hutan di Cikampek digunakan PT. Timor. Ketika itu perusahaan harus memberikan lahan hutan 27 kali lipat ketimbang lahan hutan yang digunakan. Konpensasi tersebut sejauh ini adalah yang tertinggi yakni 1 berbanding 27.

    Varian konpensasi luas lahan itu tergantung dari penilaian tim. Yang paling rendah pernah 1 berbanding 1. Sistem konpensasi inilah yang bisa menyumbang luasan hutan terbesar hingga kini mencapai 4.000 hektar.

    Sejak 2003, luas hutan di Jawa Barat hanya 22 persen. Padahal idealnya jumlah hutan di Jawa Barat adalah 30 persen. Angka tersebut memangbsulit untuk dicapai. Namun upaya yang ada patut dihargai. "Kita harus konsisten menjalankan aturan itu," ujarnya.

    Upaya lain yang dilakukan untuk menjaga luasa hutan adalah menggulirkan ekonomi kerakyatan yang berada di sekitar hutan. Misalnya peternakan madu, petani ulat sutra, dan hasil  kerajinan yangg memanfaatkan hasil hutan tanpa merusak hutan jtu sendiri.

    Hasil produk hutan dan ekonomi masyarakat sekitar hutan akan dipamerkan pada event the Leweng, Forest Festival di hutan Djuanda, tanggal 10 dan 11 Oktober 2015.

    Budi meyakinkan semua produk hutan terbaik akan di pamerkan di kegiatan tersebut. Sejauh ini produk -produk tersebut kebanyakanc menjadi komuditas unggulan  dan sebagian diekspor. (Pun)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus