Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    BKK SMK Sangat Membantu Para Alumni

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_14201.jpg

    BANDUNG- Hasil wawancara pengurus Forum Bursa Kerja Khusus (F-BKK) SMK Kota Bekasi menunjukkan, setiap industri di Kawasan Industtri Cikarang dan Cibitung rata-rata menerima 100 lamaran pekerjaan dari para pencari kerja setiap harinya. 

    Diapakan oleh pihak industry berkas lamaran tersebut? . “Ternyata dibiarkan saja, tidak diapa-apakan. Tanpa diperiksa ditumpuk di sebuah ruangan. Ini sebuah kenyataan yang boleh kita akui bahwa itulah tantangan Bursa Kerja Khusus SMK,” kata Rebo, Mpd, Wakil Ketua Forum Bursa Kerja Khusus (F-BKK) SMK Kota Bekasi pada kegiatan Workshop Pengembangan Manual Tata Kelola BKK SMK di Provinsi Jawa Barat, di Hotel Tebu, Jalan Riau Nomor 62, Kota Bandung, Selasa (29/9).

    Dalam Workshop yang digelar oleh Save The Children bekerjasama dengan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Barat tersebut, Rebo menegaskan betapa perlunya keberadaan BKK di SMK. Saat ini, katanya, dari 100 lebih SMK yang ada di Kota Bekasi, baru 45 SMK yang telah memiliki BKK. Itupun, tidak semua BKK SMK berjalan secara optimal.

    “Dari 45 SMK tersebut kondisi BKK nya ternyata tidak sejauh yang kita bayangkan kinerjanya. Ada yang sebatas ada kepengurusan saja,  namanya ada BKK tetapi tidak ada sekretariatnya. Ada yang punya sekretariat tetapi tidak punya pengurus, tidak ada yang menangani lulusannya. Tetapi ada juga BKK luar biasa kinerjanya, ramai terus, menyalurkan lulusannya seminggu sekali. Tapi ada juga yang terkadang sebulan sekali, bahkan setaun sekali,” kata Rebo juga juga pengurus BKK SMKN 2 Kota Bekasi itu. Rebo berpendapat, BKK SMK bisa menjadi lebih efisien posisinya, jika bekerja menjembatani antara dunia usaha dan dunia insdutri dengan kebutuhan alumni.

    “Kalau setelah lulus kita lepas, tentu setiap siswa mesti melamar ke setiap perusahaan, itu tidak efektif. Butuh tenaga, butuh waktu dan butuh biaya. Belum lagi lamaran yang dia sampaikan, tidak diperiksa oleh pihak industry. Kalau ada BKK, cukup pengurus BKK sekolahnya saja yang pro aktif ke perusahaan-perusahaan untuk memperkenalkan diri dan menyampaikan profil BKK dan tenaga kerja tersedia atau para lulusannya, sehingga dunia indutri dan dunia usaha tertarik,” katanya. (enal)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus