Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Konsep Rekonsiliasi yang Tepat

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_14261.jpg

    SUBANG–Menurut Mayjen TNI Purnawirawan Kivlan Zein, rekonsiliasi yang terhadap berbagai pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) sejak tahun 1945 harus dibuka semuanya untuk diungkap.

    Kivlan mengatakan bahwa semua “bencana” sejak tahun 1945 harus diungkap. “Korban kita diharapkan dapat membuka semuanya, agar semua elemen bangsa dapat saling memaafkan. Rekosiliasi yang benar (begitu) tidak tebang pilih,” ujarnya disela-sela kegiatan Gerakan Bela Negara Masyarakat Anti Komunis di halaman Gedung Wisma Karya, Subang, Jawa Barat, Kamis malam (1/10).

    Pernyataan tersebut disampaikan saat diminta pendapatnya tentang konsep rekonsiliasi terkait korban Pasca G 30 S/PKI tahun 1965.

    Kivlan mempertanyakan kenapa hanya korban dari orang PKI yang dipilih. Sedangkan korban oleh pihak PKI tidak diungkap. “Kenapa hanya korban-korban dari orang PKI yang dipilih. Tetapi korban (oleh perbuatan) PKI dari rakyat kita itu tidak diperhatikan,” ujarnya mempertanyakan.

    Menurutnya kejadian tersebut telah berlangsung sejak tahun 1965. Dia pun mempertanyakan mengapa tidak dari tahun 1945. Seperti kejadian RMS, PRRI, DI/TII. “Harusnya semua diungkap, karena ini menjadi masalah bangsa. Jangan tebang pilih orang-orang PKI saja,” imbuhnya.

    Dalam orasinya, Kivlan menekankan pada kewaspadaan terhadap upaya pengaburan fakta sejarah tentang pemberontakan yang dilakukan PKI pada masa lalu.

    Kivlan secara tegas tidak mempermasalahkan anak-anak keturunan PKI untuk sekolah, menjadi pejabat atau berekonomi. Tetapi yang dipermasalahkan ialah menghidupkan kembali faham dan organisasi Partai Komunis yang dilarang karena berkali-kali telah melakukan pengkhianatan kepada Bangsa Indonesia.

    “Sekarang mereka sudah dipersamakan oleh Keputusan Mahkamah Agung. Tidak ada lagi perbedaan seperti dulu. Sudahlah jangan balas dendam. Anak pahlawan revolusi saja sekarang sudah memaafkan kok,” ujarnya lagi.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus