Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Hari Batik Nasional, Angin Segar Bagi Pengrajin Batik

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_14268.jpg

    CIMAHI- Adanya Hari Batik Nasional setiap tanggal 2 Oktober sebagaimana ditetapkan dalam Keppres RI Nomor 33 Tahun 2009 tentang Hari Batik Nasional, membawa angin segar bagi para pengrajin batik, khususnya di Kota Cimahi.

    “Alhamdulillah, dengan adanya Hari Batik Nasional, membawa berkah bagi kami. Yang pesan dan membeli batik selalu ada,” kata Maya, salah seorang pegawai Gallery Lembur Batik Cimahi, yang berlokasi di Jalan Pesantren Nomor 131, Kelurahan Cibabat, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi kepada jabarprov.go.id, Jum’at (2/10).

    Adanya Hari Batik Nasional, menurut Maya, menjadi angin segar bagi para pengrajin batik. Soalnya, pada Hari Batik Nasional yaitu setiap tanggal 2 Oktober, masyarakat dari berbagai kalangan, mulai dari Pegawai Negeri Sipil dan pejabat pemerintah serta kalangan masyarakat lainnya, dianjurkan untuk memakai batik sebagai wujud kecintaan terhadap warisan budaya leluhur kita.

    “Batik Indonesia kan sejak tanggal 2 Oktober 2009 dikukuhkan oleh UNESCO masuk ke dalam Daftar Representatif Budaya Takbenda warisan manusia. Pengakuan internasional itu dapat meningkatkan citra positif dan martabat Indonesia di forum internasional. Masyarakat kita sekarang bangga memakai batik, sehingga mungkin sekarang setiap keluarga memiliki batik,” katanya.

    Gallery Lembur Batik Cimahi sendiri, menurut Maya, berdiri sejak tahun 2009. Pemilknya Hj. Ria Triwanto. Gallery ini menawarkan wisata belanja dan belajar batik. Harga kain batik di Gallery Lembur Batik Cimahi cukup kompetitif. Harga per potongnya bervariasi, mulai dari Rp 75.000, Rp 125.000, Rp 250.000 sampai Rp 450.000. Satu poting kain batik itu bisa dibuat untuk sebuah baju batik ukuran orang dewasa.

    “Ada lima motif batik yang kami buat di sini, yaitu motif pohon bamboo, daun singkong, curug panganten dan motif-motif yang melambangkan militer, diantaranya motif gambar granat dan pistol. Kota Cimahi kan dikenal sebagai Kota Militer,” katanya. (enal)

     

     

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus