Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Program Strategis Sektor Perkebunan Di Tahun 2016 Disiapkan

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_14348.jpg

    BANDUNG-Program strategis sektor perkebunan di tahun 2016 sudah disiapkan. Program tersebut telah disiapkan dengan baik dan akan difasilitasi melalui APBD Provinsi Jawa Barat maupun APBN.

    Hal ini dikemukakan oleh Kadis Perkebunan Jabar, Arif Santosa dalam keterangannya kepada wartawan, Kamis (8/10). Arif menuturkan bahwa seluruh program tersebut diarahkan untuk memacu peningkatan komoditas perkebunan, baik kuantitas maupun kualitas.

    Adapun komoditas perkebunan yang ditargetkan dapat meningkat baik dari sisi kuantitas maupun kualitas, antara lain kopi, teh, kakao dan kelapa.

    Arif menambahkan, untuk dukungan penguatan komoditas Kopi di tahun depan, akan disebar fasilitas bibit sebanyak 1,5 juta bibit. Bibit tersebut nantinya akan dibagi untuk petani.

    Untuk dukungan peningkatan komoditas teh, pemerintah akan melakukan intensifikasi dan ekstensifikasi lahan seluas 2.000 Ha. Selanjutnya, untuk komoditas kelapa akan dilaksanakan rehabilitasi untuk pohon yang sudah tua.

    Dukungan penguatan kopi juga direalisasikan untuk proses pengolahan kopi. Pengolahan kopi di tahun mendatang harus mengikuti  standarisasi pasar global. Dalam membuat standar tersebur, nantinya akan melibatkan gabungan kelompok tani (gapoktan).

    Dalam rangka memfasilitasi pengadaan bibit, teknisnya akan diberikan melalui koperasi. Sementara untuk pengadaan bibitnya akan dilakukan kerjasama dengan pihak Kabupaten. Melalui kerjasama tersebut, Pemkab dapat memfasilitasi kelompok tani agar dapat memiliki badan hukum.

    Pemkab diharapkan dapat mendaftarkan kelompok tani ke Kementerian Hukum dan HAM untuk mendapatkan legalisasi badan hukum.

    Terkait dukungan dana, tahun 2015 akan menggunakan dana yang bersumber dari APBD Provinsi Jabar sebesar Rp 42 miliar. Selanjutnya, dukungan dana akan diambil dari APBN sebesar Rp 60 miliar. (NR)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus