Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Fluktuasi Dolar Tidak Ganggu Kinerja BJB

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_14397.jpg

    BANDUNG – Dirut bank bjb Ahmad Irfan menyatakan gejolak rupiah terhadap dolar tidak banyak berpengaruh terhadap kinerja bank.

    Terkait fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, Ahmad Irfan menyampaikan perseroannya tidak terlalu terpengaruh karena eksposur kredit maupun komposisi DPK dalam bentuk valuta asing, khususnya dolar AS, jumlahnya sangat kecil.

    Adapun terkait keputusan Bank Indonesia menjaga tingkat suku bunga acuan (BI Rate) di tengah adanya desakan untuk menurunkan BI Rate, bank bjb mempercayai kebijakan BI telah mempertimbangkan berbagai
    faktor dari sisi internal maupun eksternal.

    “Tentunya kami berharap keputusan yang diambil dapat memberikan angin segar bagi kami sebagai pelaku industri perbankan. Saat ini kami pun sedang mengurangi deposito atau dana mahal secara bertahap dan
    meningkatkan CASA,” paparnya. 

    Sementara itu soal bisnis intermediasinya, Ahmd Irfan menyatakan perseroannya saat ini memiliki tingkat likuiditas yang cukup sehat, sebagai buah dari terjaganya keseimbangan antara penyaluran kredit dan
    penghimpunan (DPK).

    “Di sisi penyaluran dana atau kredit, bank bjb gencar melakukan penetrasi melalui skema kerjasama linkage dengan BPR. Di sisi lain, kami terus meningkatkan DPK dengan mengutamakan dana-dana murah,”
    katanya.

    Dia menyatakan bank bjb menargetkan pada tahun ini rasio tersebut dapat menyentuh 90%-92%, di mana per Agustus 2015 perseroannya  mencatat tingkatloan to deposit ratio (LDR) bank bjb berada di level 73%.

    Menurut dia, potensi yang sedemikian besar baik yang berasal dari institusi maupun perorangan, terus digali bank bjb dengan melakukan kerjasama yang baik dan saling menguntungkan dengan pihak-pihak
    tersebut. 

    “Terus kami gali kerjasama yang bersifat business to government maupun business to business seiring dengan langkah kami dalam mengembangkan kualitas layanan yang sesuai dengan kebutuhan nasabah,” ujarnya.

    Dalam melakukan ekspansi kredit, bank bjb mengutamakan pertumbuhan kredit yang sehat dan berkualitas dengan menyasar segmen yang selama ini sudah menjadi expertise bank bjb dengan tingkat risiko yang sudah diperhitungkan dengan matang.

    Di sisi lain, berdasarkan data perseroan, dari total DPK per Juni 2015 yang mencapai Rp77,3 Triliun, 49%-nya adalah dana murah (CASA). “Kami optimistis angka ini akan semakin meningkat di akhir tahun 2015
    mendatang,” sebut Ahmad. jo

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus