Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Industri Tekstil Senilai 60 Juta USD Diresmikan Menperin Saleh Husin

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_14398.jpg

    PURWAKARTA–Menteri Saleh Husin mengaku bangga, karena perusahaan yang bergerak di bidang industri tekstil ini mampu membangun line ke-7 senilai USD 60 juta, meski ditengah gejolak ekonomi. Industri Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) meraih perolehan devisa ekspor non migas sebesar USD 12,74 juta serta menyerap tenaga kerja sebesar 10,6% dari total tenaga kerja industri manufaktur.

    Hal demikian dikemukakan Menteri Perindustrian RI Saleh Husin saat meresmikan Plan Site Line No. 7 PT Indo Bharat Rayon, Jalan Industri Desa Cilangkap Curug, Kecamatan Babakan Cikao Kabupaten Purwakarta, Senin (12/10). Dalam peresmian tersebut Menperindag RI didampingi Wagub Jabar, Deddy Mizwar dan Bupati PUrwakarta, Dedi Mulyadi.

    “Pertumbuhan industri manufaktur secara kumulatif hingga triwulan II tahun 2015 mampu mencapai 5,26% diatas pertumbuhan ekonomi tahun 2014 yang sebesar 5,11%," ungkap Menteri Saleh dalam sambutannya.

    “Meskipun terjadi perlambatan pertumbuhan ekonomi, namun investasi industri di sektor TPT telah mencapai Rp 3.947,5 milyar dengan komposisi 55,8% untuk PMA dan 44,2% untuk PMDN," lanjutnya.

    Menyambung pernyataan Menteri Saleh, Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar mengungkapkan, bahwa pembangunan line ke-7 PT Indo Bharat Rayon ini menambah jumlah investasi manufaktur di Jawa Barat. Menurutnya, hal tersebut mendorong pertumbuhan industri di Jabar, terutama di kawasan industri di 4 Kabupaten yaitu Karawang, Bekasi, Purwakarta dan Bogor.

    Data Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) pada Sistem Pelayanan Informasi dan Perizinan Investasi Modal Secara Elektronik (SPIPISE) Badan Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu (BPMPT) Provinsi Jawa Barat menyebutkan, bahwa sepanjang tahun 2014 realisasi investasi penanaman modal, baik modal dalam negeri maupun modal asing mencapai Rp 89,7 trilyun atau melampaui target sebesar Rp 72,8 trilyun yang mencakup 2.723 proyek dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 374.486 orang.

    Deddy berharap, investasi yang dilakukan PT Indo Bharat Rayon dapat menjangkau dan memberdayakan masyarakat setempat, mengingat investasi yang ditanam tidak hanya mengutamakan faktor keuntungan materi semata. Masyarakat setempat harus dipersiapkan untuk mengubah kulturnya menjadi masyarakat industri,  dan “secara sosial akan ada perubahan kultur, dari kultur pertanian menjadi kultur industri," pungkas Deddy.

     

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus