Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Tanaman Jagung Punya Nilai Tambah

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_14558.jpg

    BANDUNGKAB-DARI sisi agronomis, tanaman jagung masih sangat memungkinkan untuk ditingkatkan produktifitasnya. Sebagai bahan pangan dan bahan baku industri, jagung bisa memberikan nilai tambah kepada para petani dengan memanfaatkan teknologi pengolahan.

    Melalui pengolahan yang tepat, jagung menurut Bupati Bandung H. Dadang M. Naser, SH., M.IP bisa diolah menjadi emping, industri gula pati, sirup glukosa, fruktosa, bahan baku bioetanol, minyak jagung, gluten disamping untuk pakan ternak. “Selain bijinya, daun dan batang bonggol jagung bisa dimanfaatkan untuk pakan sapi, oleh karena itu saya sarankan kepada para petani jagung untuk bekerja sama dengan peternak sapi,” tegas H. Dadang M. Naser ketika melakukan panen perdana jagung Bonanza di Pangkalan Udara Sulaeman Margahayu Bandung, Senin (26/12). Turut hadir Danlanud Sulaeman, Kolonel Pnb. Olot Dwi Cahyono, Assisten Pemerintahan Yudhi Haryanto, SH., SP1, Assisten Ekonomi & Kesejahteraan Marlan, S.IP., M.Si, Camat Margahayu, M. Usman, S.Sos, Lurah Sulaeman serta sejumlah kepala desa lainnya.

    Karena memiliki multi guna, Pemerintah Kabupaten Bandung menurut H. Dadang M. Naser akan terus meningkatkan produktifitas jagung termasuk luas areal tanamannya. Disebutkan, selama musim tanam tahun 2015 produksi jagung di Kabupaten Bandung mencapai 43.088 ton dengan luas panen 6.572 Ha. Sementara luas tanam secara keseluruhan mencapai 8.490 Ha.

    Anggaran yang disediakan Pemkab Bandung untuk mendukung produktifitas jagung selama tahun 2015 tercatat Rp 2,1 milyar yang dikemas dalam program penerapan pengelolaan tanaman terpadu (GP-PTT) untuk 100 hektar bagi 40 kelompok tani. Disamping itu diberikan pula benih jagung untuk 2.000 hektar. “Setiap hektarnya kita berikan bantuan 15 kilogram benih jagung,” tambahnya.

    Diakui, Indonesia sampai saat ini masih terus melakukan impor jagung dari negara luar terutama dari Amerika. Kegiatan ini menurutnya bisa dikurangi dengan menggalakan kembali tanaman jagung disetiap provinsi maupun kabupaten. “Lahan untuk tanaman ini masih sangat luas dan prospek pemasarannya begitu bagus, bahkan jagung ini bisa kita ekspor keluar negeri,” tambahnya pula.

    Keterlibatan TNI AU dalam program pertanian khususnya tanaman jagung, menurutnya perlu menjadi contoh bagi instansi lainnya. Karena dengan upaya ini, bisa memacu terhadap perwujudan ketahanan pangan. “Dengan cara sabilulungan, mari kita galakkan kembali tanaman jagung ini demi kesejahteraan masyarakat,” ajak H. Dadang M. Naser.

    Tanaman jagung yang diujicobakan di lahan Lanud Sulaeman, menurut Olot Dwi Cahyono untuk sementara baru seluas 3 hektar. Sementara 200 hektar lainnya masih belum ditanami. “Dari hasil ujicoba ini, ternyata hasilnya sangat bagus,” kata Olot Dwi Cahyono. TNI menurut Olot Dwi Cahyono, akan terus berperan serta dalam program pertanian sebagai langkah untuk mendukung ketahanan pangan nasional.

     

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus