Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Banyak Tantangan Dalam Menanggulangi Penyebaran HIV/AIDS

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_14650.png

    BANDUNG-Ketua Komite Ilmiah Pertemuan Nasional (Pernas) AIDS V, Prof. Budi Utomo, PhD menyatakan program penanggulangan HIV dan AIDS
    di Indonesia masih menghadapi berbagai kompleksitas tantangan dan hambatan, diantaranya cakupan dan kualitas program dan layanan masih
    perlu ditingkatkan serta upaya pencegahan dan mitigasi yang belum berjalan optimal.

    “Selain itu, orang dengan HIV/AIDS (ODHA) juga masih banyak yang belum terjangkau upaya pengobatan serta pembiayaan pada beberapa program
    masih tergantung pada bantuan dana internasional sehingga terancam kelangsungannya,” ujarnya dalam siaran pers terkait pertemuan nasional
    tersebut, belum lama ini yang diikuti 1.500 peserta nasional.

    Menurut Prof. Budi Utomo, modus penularan HIV di Indonesia belakangan ini mengalami perubahan dari dominasi penyuntikan menjadi dominasi
    penularan heteroseksual.

    “Epidemi HIV dengan penularan heteroseksual  ini bergerak lambat, tetapi mengkhawaitrkan karena berpotensi menyebar lebih luas. Indikasi
    peningkatan epidemi dapat kita lihat melalui trend peningkatan proporsi AIDS pada kelompok anak balita dan perempuan, dan angka HIV
    pada darah donor yang mewakili populasi umum risiko rendah,” ungkapnya.

    Sehubungan dengan itu, Pernas AIDS V merumuskan 12 butir rekomendasi untuk menghadapi perkembangan laju kasus HIV dan AIDS di Indonesia. Di
    antara 12 rekomendasi itu adalah menjamin komitmen dukungan sosial politik dari pemerintah, baik pusat maupun daerah dan masyarakat
    melalui regulasi dan pembiayaan, menciptakan lingkungan yang kondusif untuk upaya penanggulangan HIV/AIDS melalui serangkaian program
    destigmatisasi dan dekriminalisasi populasi kunci (kelompok yang menentukan keberhasilan program pencegahan HIV/AIDS) dan orang dengan
    HIV/AIDS termasuk di lingkungan sekolah, dan pelibatan tokoh agama dan masyarakat yang mendukung aktif program penanggulangan HIV dan AIDS.

    Hal lain yang termasuk dalam rekomendasi ini adalah membangun infrastruktur layanan informasi HIV/AIDS dan pengobatan ARV
    (Antiretroviral) agar mampu menjangkau populasi sasaran agar sampai ke tingkat kelurahan dan desa, memastikan sistem Jaminan Kesehatan
    Nasional yang sensitif terhadap kebutuhan layanan HIV, serta mengupayakan integrasi layanan kesehatan reproduksi dan seksual, dan
    kekerasan berbasis gender dengan program HIV. Jo

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus