Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Edi: Setiap TPSR akan Olah Sampah Menjadi Energi

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_14709.jpg

    BANDUNG- Kepala Balai Pengelolaan Sampah Regional (BPSR) Dinas Permukiman dan Perumahan (Diskimrum) Provinsi Jawa Barat, Ir. Edi Bachtiar, M.Sc mengatakan, pengelolaan sampah di Tempat Pengelolaan Sampah Regional (TPSR) yang disediakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan menerapkan konsep Weste to Energi, yaitu sampah diolah dengan teknologi tinggi sehingga menghasilkan energi.

    “Sebelum diolah, sampahnya akan dipilah dulu. Nanti, ada unit pemrosesan untuk memilah sampah,” kata Edi di Gedung DPRD Jawa Barat, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, belum lama ini kepada jabarprov.go.id.

    Sampah yang dibuang oleh masyarakat dan ditampung di tempat pembuangan sampah, menurut Edi, umumnya berupa sampah campuran. Artinya, segala macam ada dalam sampah tersebut. Bahkan sampah-sampah itu tercampur dengan barangkal atau pasir. Untuk menghasilkan energi harus sampah yang mudah terbakar, diantaranya kertas, plastik, setereopoam, kain dan karet. Sampah organik pun bisa, tapi harus dikeringkan dulu.

    “Dengan teknologi tinggi, sampah-sampah tersebut diolah menghasilkan panas untuk menggerakkan turbin dan selanjutnya menghasilkan energi listrik. Atau sampah tesebut diolah untuk menghasilkan gas,” katanya

    Terkait dengan pengolahan sampah menjadi energi listrik, jelas Edi, pihaknya sudah melakukan komunikasi dan kesepakatan awal dengan pihak PT PLN. BUMN listrik tersebut menjalankan peraturan Menteri ESDM Nomor 19 Tahun 2013, bahwa listrik yang dihasilkan dari energi sampah ini, wajib hukumnya dibeli oleh pemerintah.

    “Tarifnya sudah ada. Jadi, PLN itu nantinya tinggal melakukan kerjasama dengan investor yang mengadakan kerjasama dengan pemerintah provinsi,” katanya.

    Karena setiap TPSR akan mengolah sampah menjadi energi, lanjut Edi, sampahnya akan habis. Residunya hanya mencapai 10 persen dan ditampung ke sanitary landfiil, sehingga umur TPSR akan panjang. (enal)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus