Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Pembangunan Infrastruktur, Jadi Ancaman Ketahanan Pangan

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_14820.jpg

    TASIKMALAYA-Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar (Demiz) mengatakan, Jawa Barat masih berkontribusi besar terhadap ketersediaan pangan nasional. Akan tetapi pembangunan infrastruktur yang juga masif dilakukan saat ini pun, menjadi ancaman tersendiri bagi tersedianya lahan pertanian yang berkelanjutan.


    Hal ini diungkapkan Demiz usai Temu Teknis Masyarakat Ketahanan Pangan Jawa Barat 2015 yang bertema 'Mewujudkan Kemandirian Pangan Melalu Optimalisasi Sumber Daya Lokal', di lapang Desa Sukamantri, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya, Kamis (12/11).

    Pertemuan ini dilaksanakan untuk memperkuat koordinasi dan sinergitas antara pelaku ketahanan pangan beserta pemerintah daerah, demi terciptanya peningkatan produktifitas, serta terwujudnya ketahanan, dan kemandirian pangan. Kegiatan ini pun dihadiri kurang lebih 400 kelompok tani/ organisasi pelaku ketahanan pangan.

    Untuk itu menurut  Demiz, sistem tata ruang pun perlu diperhatikan dengan baik. Karena ia tidak menginginkan adanya desa penghasil beras, tetapi malah rawan pangan. Wagub pun menilai ketahanan pangan ini bersifat lintas-sektor. Ini karena ketahanan pangan dipengaruhi berbagai sektor seperti Infrastruktur, yang berhubungan dengan tersedianya lahan pertanian  salah satunya.

    “Tetapi ada ancaman disini, maka saya harus ingatkan kembali. Kita akan bangun itu tol Citas, Cileunyi-Tasikmalaya. Tetapi ada risikonya, ini kan infrastruktur yang memudahkan perdagangan, transport manusia dan juga transport barang. Tetapi ada bahaya yang harus diwaspadai, karena aka nada pertumbuhan perumahan yang semakin besar, pertumbuhan pabrik-pabrik yang semakin banyak, yang memakan lahan pertanian,” ungkapnya.

    Demiz mengatakan, Jawa Barat adalah provinsi yang berkontribusi besar terhadap ketahanan pangan, khususnya beras nasional itu 18%. "Jadi tantangannya dimasa depan dengan pembangunan infrastruktur yang luar biasa, kita harapkan ada lahan pertanian berkelanjutan. Kemudian bagaimana juga penguatan ketahanan pangan di desa, agar tidak sampai terjadi desa-desa yang rawan pangan. Sekaligus melihat semuanya ini multi-pihak, ada dana desa di bidang infrastruktur. Mudah-mudahan nanti dana desa sudah mengucur, kemudian berbagai infrastruktur di desa tadi, kemudian dengan juga kita memulai ketahanan pangan masyarakat desa. Kita tidak ada lagi desa-desa yang rawan pangan,” paparnya.

    Selain itu Wagub pun menuturkan, bawa ketahanan pangan, bukan hanya persoalan ‘bebas lapar’ saja. Tetapi nilai gizi juga harus diperhitungkan, agar bangsa ini mempunyai generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.

    Oleh karena itu menurut Wagub, dirinya mengajak masyarakat untuk makan-makanan bergizi, beragam, dan juga seimbang, aman, “serta tentu saja yang penting halal,” kata Wagub.

    “Jangan sampai terjadi, sekolah kita bangun dimana-mana, tapi gizi juga rawan dimana-mana. Artinya kita juga mencegah ‘lost generation’, disamping tentu saja bukan hanya sekedar makan, tapi juga peningkatan gizi nantinya. itulah sebabnya bagaimana kita menggerakan masyarakat desa, mulai dari kegiatan kelompok tani dan segala macam, itu kesadaran tentang kesadaran pangan, plus gizi,” tegasnya.

    Sementara itu Kepala Badan Ketahanan Pangan Daerah Provinsi Jawa Barat Dewi Sartika, menjelaskan bahwa tidak sedikit permasalahan yang timbul di bidang ketahanan pangan sebagai bagian dinamika pembangunan daerah.

    Menurutnya, isu tentang bebas rawan pangan ini telah tercantum pada RPJMP (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Panjang) Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2013-2018. Sejalan dengan Wagub, ia pun menganggap permasalah ini sebagai sesuatu yang lintas-sektor.

    “Pencapaian Jawa Barat Bebas Rawan Pangan, memerlukan penanganan yang serius, berkelanjutan melalui integrasi lintas program dan lintas sektor. Yaitu sektor pertanian, kehutanan dan perikanan, sektor koprasi, sektor pemukiman dan perumahan, perindustrian dan perdagangan, listrik, irigasi, kesehatan dan pendidikan,” kata Dewi.

    Namun masih menurutnya, saat ini pembangunan Ketahanan Pangan di Jawa Barat sampai saat ini sudah mantap. Hal ini dibuktikan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, dengan diperolehnya penghargaan ‘Adhikarya Pangan Nusantara’, secara 3 kali berturut-turut pada tahun 2012, 2013, 2014.

     

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus