Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Wagub Buka Festival Ciletuh di Sukabumi

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_14836.jpg

    SUKABUMIKAB-Wakil Gubernur Deddy Mizwar, membuka secara resmi Festival Ciletuh, Sabtu (14/11) di  Pantai Palangpang Cimarinjung Desa Ciwiru Kec. Ciemas Kab. Sukabumi. Pembukaan ditandai membunyikan alat kesenian angklung oleh Wagub didampingi Plt Bupati Sukabumi dan Kadisparbud Jabar Nunung Sobari.

    Wagub Jabar dalam sambutan pembukaannya menyatakan keyakinannya bahwa Kawasan Geopark Ciletuh pada Tahun 2016 akan menjadi Kawasan Geopark Nasional sekaligus menjadi destinasi wisata Tingkat Nasional.

    Oleh karena itu, wagub meminta partisipasi masyarakat Kawasan Ciletuh untuk menjaga kelestarian obyek-obyeknya, seperti kawasan Puncak Darma, Air Terjun Cimarinjung, Kawasan Panenjoan dan kawasan lainnya. "Kami-kami ini kan jauh dan tidak selamanya ada di sini (Geopark Ciletuh), tapi ibu dan bapak sekalian yang ada disini untuk bisa menjaganya", harap Deddy Mizwar.

    "Pihak Pemerintah Provinsi, pemerintah daerah dan pusat hanya sekedar memfasilitasi pembangunan kawasan-kawasan Ciletuh, tapi masyarakat disinilah yang mesti merawat dan menjaganya, tambah Wagub.

    Soal jalan menuju ke kawasan Geopark Ciletuh yang rusak, Wagub berjanji untuk di tahun 2016, akan dilakukan perbaikan, termasuk didalamnya jalan menuju kawasan Puncak Darma.

    Sementara itu sebelumnya, Wagub Demiz menyaksikan suguhan seni dan budaya masyarakat yang ada di delapan desa Kec. Ciemas. Seni dan budaya itu meliputi : Seni Buncis, Seni Gondang Tutunggulan, Kuda Lumping, Jaipongan, berikut arak-arakan "Jampana". Seni dan budaya tersebut, menjadi salah satu potensi kekayaan alam Kawasan Geopark Ciletuh.

    Terhadap keberadaan seni dan budaya itu, Wagub Demiz disela kunjungan ke stan pameran, mengharapkan agar dikembangkan dan dipertahankan.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus