Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    DPRD Garut Gali Informasi Bantuan Keuangan Pemprov Jabar

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_14888.jpg

    BANDUNG- Para anggota Badan Anggaran (Bangar) DPRD Kabupaten Garut mendatangi DPRD Provinsi Jawa Barat Rabu (18/11).

    Rombongan yang dipimpin oleh Asep Ahlan itu, diterima di Ruang Badan Anggaran DPRD Jabar oleh Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat,  Abdul Haris Bobihoe dan tilu orang anggota Badan Anggran DPRD Jawa Barat, yaitu H. Yod Mintaraga, Lucky Lukmansyah Trenggana dan Dedi Hasan Bahtiar.

    “Maksud kedatangan kami ini, ingin mengetahui berapa sih bantuan keuangan Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk Kabupaten Garut. Berapa sih bagi hasil pajak dari provinsi yang diasumsikan mengalir ke Kabupaten Garut. Selain bagi hasil pajak, kira-kira bantuan keuangan apa saja dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang bisa ditransfer ke Pemerintah Kabupaten Garut,” kata Asep Ahlan.

    Asep Ahlan, anggota Badan Anggaran dari Fraksi Partai Demokrat DPRD Kabupaten Garut itu menjelaskan, saat ini pihaknya sedang melakukan pembahasan finalisasi RAPBD Garut Tahun Anggaran 2016 dan tanggal 25 Nopember 2015, RAPBD tersebut akan ditetapkan menjadi APBD Garut TA 2016.

    “Struktur APBD Kabupaten Garut Tahun Anggaran 2016 ini cukup prihatin. Asumsi pendapatan yang ada sekarang berjumlah Rp 3,2 Trilyun, sedangkan belanja diasumsikan berjumlah Rp 3,5 Trilyun. Kita masih kekurangan Rp 290 Milyar. Dengan deficit seperti itu, dengan asumsi yang jauh dari sasaran, ini membuat kami badan anggaran memutar pikiran bagaimana cara untuk menutupinya,” katanya.

    Kalaulah memang pendapatan tidak bertambah, lanjut Asep, artinya ada belanja-belanja yang mesti dkurangi dan itu harus dikonsultasikan dengan Pemerintah Kabupaten Garut, mengenai belanja apa yang mesti dikurangi. Tetapi, kata Asep, pihaknya tidak melakukan upaya tersebut sebelum melakukan upaya maksimal untuk mendapatkan penambahan anggaran.

    “Mudah-mudahan dalam APBD Jawa Barat yang katanya belum ditetapkan, sudah ada perencanaan-perencanaan yang matang, berapa sih bagi hasil pajak dari provinsi yang diasumsikan mengalir ke Kabupaten Garut,” katanya.

    Terkait dengan bagi hasil pajak tersebut, kata Asep, pihaknya mengasumsikan yang akan mengalir ke Kabupaten Garut sebesar Rp 91 Milyar. Asep berharap, jumlah tersebut bisa bertambah sampai tiga kali lipat, sehingga dapat menutup defisit APBD Garut 2016.

    Anggota Badan Anggaran DPRD Jawa Barat, Yod Mintaraga menjelaskan, bahwa RAPBD Jawa Barat TA 2016, direncanakan akan disahkan menjadi APBD Jabar TA 2016 pada tanggal 25 Nopember 2015.

    “Kalau tadi ditanyakan berapa sih bantuan provinsi untuk Kabupaten Garut, saya jawab susah untuk mencari angka pasti, seperti Jawa Barat ke Pusat. Jadi, kalau Pak Asep punya data taun lalu, dipakai aja dulu data taun lalu Mudah-mudahan tidak kurang dari jumlah itu, syukur-syukur kalau lebih. Jadi, tidak mungkin kita memberikan angka besaran yang pasti,” katanya.

    Tapi, jelas Yod, ada pos anggaran yang bisa dimanfaatkan untuk membangun Garut.  Diantaranya pos belanja tidak langsung, karena di situ ada bantuan keuangan kota/kabupaten dan  bagi hasil.

    “Saya hanya bisa mengimbau saja komunikasi para penyelenggara pemerintah di Kabupaten Garut, komunikasinya harus lebih intens dan baik dengan provinsi maupun dengan pusat. Jangan kalah sama kabupaten/kota lain,” katanya. (enal)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus