Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Tuntutan Layanan Elektronik Barjas Kian Berkembang

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_14893.jpg

    BANDUNG-Tuntutan pemanfaatan layanan secara elektronik terutama dalam kegiatan pengadaan barang dan jasa (Barjas) akan terus bertambah dan berkembang.

    Hal demikian, diungkapkan Deputy LKPP, Sarah Candika dalam rakor LPSE Se-Jabar, Kamis (19/11) di Gedung Sate.

    Menurut Sarah, kian bertambahnya layanan elektronik dalam pengadaan barang dan jasa berkorelasi dengan besarnya anggaran untuk kegiatan pembangunan. Untuk APBN saja yang saat ini sudah mencapai Rp. 2.000 triliun. Jika dihitung per hari maka belanja barang dan jasa mencapai Rp. 2,5 triliun.

    Dengan besarnya dana untuk pengadaan barang dan jasa tersebut, layanan pengadaan barang dan jasa secara elektronik terintegrasi kian dibutuhkan, ujar Sarah Candika.

    Sejalan dengan tuntutan tersebut, LPSE harus lebih ditingkatkan baik dari sisi kelembagaan dan manajemen pengelolanya, pungkasnya.

    Sementara itu, Kepala Balai LPSE, Ika Mardiah dalam rakor tersebut mengungkapkan mengenai  bertambahnya tuntutan layanan elektronik dalam pengadaan barang dan jasa, LPSE Jabar sudah membuat standarisasi layanan. Selain itu, juga direalisasikan pelatihan untuk pengelola LPSE di seluruh Kota/Kabupaten di Jabar. Fasilitasi bimtek juga ada diberikan di Provinsi lain di luar Jabar.

    Ika  mengatakan, untuk memberikan pelayanan dalam pengadaan barang dan jasa kualifikasi
    standarisasi mencapai 17 indikator diantaranya aspek keamanan. Untuk LPSE Jabar itu sendiri kini sudah memenuhi 17 indikator tersebut.

    Namun, di beberapa daerah di Jabar ada yang belum memenuhi 17 indÍkator. Sebagai contoh,  Indramayu baru memenuhi 15 indikator, demikian Ika Mardiah. (NR)

     

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus