Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Kendi Prasejarah Dipamerkan

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_14908.jpg

    BANDUNG-Kendi-kendi pra sejarah dari Karawang dan Bogor  serta benda-benda etnik lainnya dipamerkan oleh Balai Pengelolaan Museum Negeri Sri Baduga di Ruang Pameran Khusus, Jalan BKR Nomor 185 Kota Bandung, mulai tanggal 18 Nopember hingga 30 Nopember 2015.

    Berdasarkan informasi yang dihimpun  jabarprov.go.id, Jum’at (20/11), Pameran Pesona Etnik Nusantara dengan thema Merajut Tali Budaya, Membangun Jatidiri Bangsa tersebut, pada hari pertama (18/11) dan kedua (19/11), dikunjungi oleh kurang lebih 300 pengunjung. Mereka terdiri dari murid SD, siswa/siswi SMP, SMA dan mahasiswa dari perguruan tinggi di Kota Bandung.

    Selain kendi dari Karawang dan Bogor, juga dipamerkan kendi-kendi dari daerah lainnya dari luar Jawa Barat, seperti kendi dari Kalimantan Timur, Lombok, Bali, Payakumbuh Sumatera Barat, Aceh, Batusangkar Sumatera Barat, Palembang, Lampung, Jawa Timur dan Jogyakarta.

    Benda lainnya yang dipamarkan adalah macam-macam kain yaitu kain Baduy, kain produk ATBM (Alat Tenun Bukan Mesin) Majalaya, Selendang Tenun Motif Garis dari Indramayu, Kain Tenun Ikat Sutra Motif Dipoladengan dari Garut. Kemudian ada juga macam-macam senjata seperti golok, Kujang Naga dan keris Demang Sawidak. Selain itu, anak panah dan busur dari Papua juga dipamerkan.

    Menurut Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Provinsi Jawa Barat, Drs. Nunung Sobari, MM, barang-barang yang dipamerkan tersebut sebanyak 119 koleksi yang merupakan master peace milik Museum Negeri Sri Baduga. Ke-119 koleksi tersebut terbagi dalam enam kelompok, yaitu koleksi emas, kain, gerabah, mata uang, alat music dan senjata.

    “Hingga tahun 2015 Museum Negeri Sri Baduga memiliki 7.000 buah koleksi yang terbagi dalam klasifikasi geografi/geologi, biologika, etnografika, aerkologi, heraldika dan numistika,” katanya.

    Pameran tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan pemahaman generasi muda, pelajar dan masyarakat terhadap tinggalan sejarah alam dan budaya Jawa Barat. (enal)

     

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus