Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Pemprov Jabar Bidik Kenaikan Kinerja IPM

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_14977.jpg

    KOTA BANDUNG -- Pemerintah Provinsi Jawa Barat merespon perubahan perhitungan UNDP (United Nations Development Program) tentang Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mulai tahun ini dan selanjutnya. 

    Menurut Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) UNDP telah memberlakukan perhitungan IPM baru, yang mana indikator kesehatan adalah angka harapan hidup, angka kematian ibu, dan angka kematian bayi. 

    Selain bidang kesehatan, IPM mencakup parameter pendidikan meliputi RLS (Rata Lama Sekolah) dan AHLS (Angka Harapan Lama Sekolah) sebagai pengganti indikator AMH (Angka Melek Huruf) yang dianggap tidak relevan lagi karena capaiannya di Jabar sudah diatas 95%. 

    Menurut dia, dengan perubahan perhitungan itu, pihaknya menargetkan IPM tahun depan mencapai 75,50-76,00. IPM tahun 2015 sendiri belum muncul angka finalisasi, namun sebagai gambarannya, IPM 2014 sebesar 74,28. 

    Aher menjelaskan, targetan 2016 bidang kesehatan meliputi angka harapan hidup (AHH) sebesar 70,5 tahun dari tahun 2014 69,02 tahun, angka kematian ibu (AKI) 205 per 100.000 kelahiran hidup (217 per 100.000 kelahiran), dan angka kematian bayi (AKB) 26 per 1.000 kelahiran hidup (30 per 1.000 kelahiran hidup). 

    "Namun demikian, capaian angka final tahun ini belum bisa diperoleh semua karena masih berjalan. Tapi gambaran besarnya sudah ada. Pemprov Jabar menetapkan target dengan melihat proyeksi gambaran tersebut," katanya di Bandung, Selasa (24/11). 

    Sementara di bidang pendidikan, parameter utama yakni RLS tahun 2014 sebesar 8,34 dan ditargetkan tahun depan 8,50-8,75. Atau rerata tingkat pendidikan dasar-menengah-tinggi seluruh warga Jawa Barat mencapai 8,5 tahun. 

    Rerata tersebut terdiri atas angka partisipasi kasar/APK (jumlah penduduk bersekolah dibagi jumlah total penduduk pada umur tersebut) semua jenjang. 

    APK PAUD  tahun 2014 60,48 % dan ditargetkan 2016 sebesar 62,43-69,81%; APK SD 2014 108,89 % (2016: 110,00-120,00); APK SMP 2014 95,35 % (2016 : 97,00-98,00); APK SMA 2014 61,19 % (2016:92,60); serta APK Perguruan Tinggi 2014:19,19 % (2016:19,00-20,00). 

    "Kami sangat concern terkait IPM pendidikan ini. Apalagi, ini jelang persiapan alih kelola SMA dan SMK oleh Pemprov Jabar tahun 2017 nanti, yang di dalamnya termasuk pembangunan unit sekolah baru SMA dan SMK. Ini juga terkait misi Pemprov lainnya seperti peningkatan kesejahteraan Guru Non-PNS di daerah terpencil dan perbatasan," katanya. 

    Di bidang kesehatan, sambung Aher, pencapaian target IPM akan didorong program penurunan angka kematian bayi dan penangulangan balita gizi buruk. Juga, pembangunan Rumah Sakit Provinsi Jawa Barat melalui alih status RSUD Pameungpeuk di Garut dan RSUD Jampang Kulon di Sukabumi. 

    Program lainnya, kata Aher, Pemprov Jabar akan tetap melanjutkan pembangunan dan peningkatan layanan RSUD Al Ihsan dan Rumah Sakit Jiwa Provinsi Jawa Barat.

    "Kami akan intensifkan program dari dinas lainnya yang mendukung IPM tersebut berupa peningkatan pelayanan sosial, keagamaan, dan ketahanan keluarga. Misalnya pemberantasan narkoba, pornografi dan trafficking, bantuan hukum kepada masyarakat miskin, hingga pembangunan mesjid monumental," pungkasnya. 

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus