Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Kerajinan Bordir Bisa Mengatasi Problem Perdagangan Manusia

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_15219.jpg

    TASIKMALAYA - Peran kerajinan bordir di Kota Tasikmalaya sangat signifikan, terlebih pegiatnya kebanyakan perempuan. Mereka percaya diri dengan keahlian dan keunggulan beraktifitas di daerahnya, sehingga akan tercegah dari permasalahan sosial seperti menjadi buruh migran bahkan perdagangan manusia dengan dijadikan pedila (perempuan yang dilacurkan).

    Demikian dikatakan Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah Provinsi Jawa Barat Netty Heryawan pada Workshop "Aplikasi Bordir Pada Elemen Estetis Interior" di Balai Pengembangan Perindustrian Sub Unit Pengembangan IKM Kerajinan Tasikmalaya Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat di Kota Tasikmalaya, Kamis (10/12).

    Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 40 pegiat dan perajin bordir dilatih menciptakan design bordir, karena diindikasi pada tahun 2016 interior rumah akan dihiasi Bordir. Selain Netty, acara dihadiri oleh Walikota Tasikmalaya Budi Budiman, Kepala Dinas Koperindag Kota Tasikmalaya Tantan, dan Ketua yayasan Bordir Jawa Barat Rossi.

    Netty mengungkapkan, bordir bukan barang baru di Kota Tasikmalaya tetapi sudah lama diaplikasikan oleh masyarakat Kota Tasikmalaya pada perlengkapan rumah tangga.

    Dengan demikian, jika kerjasama ini intensif dilaksanakan, maka selain mencegah trafficking, juga akan berdampak  positif pada peningkatan kesejahteraan masyarakat khususnya pebordir perempuan.

    "Mudah-mudahan kegiatan ini menjadi momentum sarana edukasi dan mengembangkan potensi dalam mengaplikasikan design bordir bagi para perajin," katanya.

    Di sisi lain, kegiatan ini akan menjadi momentum menyempurnakan tugas Pemerintah dan Dekranasda Provinsi Jawa Barat agar produknya kian menarik kepada masyarakat khususnya wisatawan. Jika kian kompetitif di pasar, pungkas Netty, maka kita siap bersaing dengan bangsa lain dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean 2016.

     

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus