Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Agent Perjalanan Malaysia Keluhkan Tiket Tangkuban Parahu

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_15236.jpg

    BANDUNG (14/12) - Sejumlah biro perjalanan wisata Malaysia yang sudah biasa membawa wisatawan Malaysia maupun mancanegara ke Indonesia dan Jabar khususnya, mengeluhkan tiket masuk ke sejumlah objek wisata.

    Di Jabar, tiket masuk Tangkuban Parahu yang sangat mahal menjadi sorotan biro perjalanan  wisata Malaysia tersebut. Namun  bukan hanya Tangkuban Parahu, objek lainnya yang dibawah Kementerian Kehutanan yang sudah diberikan izinnya ke pihak Swasta seperti Bromo (jatim) dan Taman Nasional Gn Leusuer Bahorok (Sumut) juga bertarif mahal.

    Dari release Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Jabar, keluhan biro perjalanan diatas diungkapkan dalam acara sales mission promosi pariwisata yang diadakan Kementerian Pariwisata di Kuala Lumpur Malaysia, belum lama ini. 

    Menurut anggota BPPD Jabar Maktal Hadiyat, para agent Malaysia ini juga mengeluhkan sejumlah kondisi fasilitas di tempat wisata. “Transportasi Ontang-anting di Kawah Putih dinilai mereka kurang laik, termasuk juga sarana kebersihan di mushola, ” kata Maktal.

    Seperti diketahui, sejak 2014 PT GRPP yang mengelola Tangkuban Parahu menaikan tiket masuk ke kawasan itu dari Rp 15.000 menjadi Rp 20.000 untuk wisatawan nusantara pada hari biasa. Pada hari libur, kenaikan dari Rp 22.500 menjadi Rp 30.000. Sedangkan untuk wisman, dari Rp 100.000 menjadi Rp 200.000 pada hari biasa dan dari Rp 150.000 menjadi Rp 300.000 pada hari libur.

    Kondisi semacam itu dihawatirkan mengurangi ketertarikan biro perjalanan Malaysia untuk membawa tamunya ke Jabar dan Bandung khususnya.

    “Ya jika kurang menguntungkan…Mereka tidak akan mencantumkan lagi Bandung,” katanya. Apalagi dalam Perpres tentang Bebas Visa, ternyata tidak berlaku untuk Bandara Husein Sastranegara yang masih tetap memungut biaya visa. (Pun)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus