Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Nelayan Jabar Dapat Bantuan 16 Kapal

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/Poto-Ir.Ahmad-Hadadi,-MSi_1.jpg

    Bandung – Anomali cuaca hingga menimbulkan gelombang pasang cukup tinggi yang melanda perairan di Indonesia belakangan ini mengakibatkan nelayan tak melaut. Hal itu karena sekitar 70.000 nelayan di Jabar hanya menggunakan perahu kecil sehingga tidak mampu melaut lebih jauh.

     
    Menurut Kepala Dinas Perikanan Jabar, Ahmad Hadadi, jumlah nelayan di Jabar secara keseluruhan ada sekitar 100.000 orang. Namun sebagian besar hanya memiliki perahu berukuran kecil dibawah ukuran 30 grosstone (GT).
     
    “Nelayan dengan berat kotor perahu diatas 30 GT masih tetap mampu melaut,” ujar dia, Rabu.
     
    Nelayan yang tidak melaut ini kebanyakan berada di wilayah pantai selatan. Seperti di Pangandaran Ciamis dan Palabuhanratu Sukabumi. Ketinggian gelombang di pantai selatan saat cuaca ekstrem melebihi di pantai utara.
     
    Selain memberikan bantuan kredit modal kerja untuk nelayan sebesar Rp5 miliar, Pemprov Jabar juga akan memberikan bantuan kapal berukuran besar yakni 30 GT. Kapal nelayan itu berjumlah 16 buah dan menggunakan anggaran seluruhnya dari bantuan APBN ( pusat).
     
    “Masing-masing kapal senilai Rp1,5 miliar, diperkirakan pertengahan tahun 2011 sudah ada kapalnya,” kata dia.
     
    Hadadi mengatakan baru pada pertengahan tahun bisa digunakan karena proses pengadaan kapal baru dilakukan awal tahun 2011. Jika harus melalui proses tender dan pembuatannya, diperkirakan paling cepat pertengahan tahun sudah bisa direalisasikan.
     
    Kapal-kapal ini akan didistribusikan di 11 kabupaten di Jabar yang memiliki laut. Namun diperkirakan akan lebih banyak disebar diwilayah pantai selatan dan pantai utara Jabar. Kapal itu nantinya dapat digunakan oleh 15 hingga 20 orang nelayan yang dikordinir dalam bentuk kelompok atau koperasi.
     
    “Harus dikerjakan dalam kelompok-kelompok, sebab harus jelas penggunanya serta jaminan perwatannya agar bisa bertahan lama.”
           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus