Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Kab.Bandung Punya Gerai PNPM

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_15502.jpg

    BANDUNGKAB-Sebuah bangunan cukup megah yang berfungsi sebagai tempat pemasaran berbagai produk kerajinan masyarakat, kini telah hadir di pusat Kota Soreang-Kabupaten Bandung. Dengan tersedianya fasilitas tersebut, area pemasaran produk kerajinan masyarakat yang dibina PNPM (Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat) diharapkan semakin meluas.

    “Bangunan untuk gerai atau outlet produk PNPM ini di Jawa Barat baru ada 10 unit termasuk di Kabupaten Bandung. Fasilitas ini utamanya digunakan untuk lebih memperkenalkan sekaligus memasarkan hasil kerajinan masyarakat dibidang makanan, pakaian jadi atau jenis lainnya yang sebelumnya mendapat pembinaan dari PNPM,” ungkap Penjabat Bupati Bandung H. Pery Soeparman, SH., MM., M.Si ketika meresmikan gerai PNPM di Jalan Gading Tutuka-Soreang, Rabu (30/12).

    Turut hadir pada peresmian tersebut, Koordinator PNPM Mandiri Perdesaan Provinsi Jawa Barat, Ir Sugiharto, Kepala BPMPD Kab. Bandung Dra. Hj. Eros Roswita, M.Si, Ketua Ruang Belajar Masyarakat, Ipin Arifin, S.Sos, MM serta Ketua Asosiasi BKAD dan UPK Kab. Bandung, Erwin Darmawan.

    Letak bangunan atau gerai PNPM ini menurut H. Pery Soeparman sangat tepat karena berdiri tidak jauh dari pusat keramaian masyarakat. Bahkan jalur tersebut kerap dilalui kendaraan pariwisata yang akan menuju obyek wisata di Bandung selatan. “Oleh karenanya saya berharap, gerai ini nantinya bisa menjadi pilihan bagi para wisatawan untuk mendapatkan oleh-oleh makanan atau pakaian,” Katanya.

    PNPM menurut H. Pery Soeparman sengaja diluncurkan pemerintah, dengan maksud untuk menanggulangi kemiskinan dan penciptaan lapangan kerja. Program tersebut sebagian besar melibatkan masyarakat, mulai dari perencanaan, pelaksanaan sampai tahap pemantauan dan evaluasi.

    “Dalam PNPM, masyarakat tidak diposisikan sebagai obyek melainkan menjadi subyek dalam penanggulangan kemiskinan. Oleh karenanya dibutuhkan peran aktif masyarakat itu sendiri,” tambah H. Pery Soeparman.

     

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus