Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Sekda Iwa: Penuntasan Tol Bocimi Hukumnya Jihad

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_15654.jpg

    CIAWI-Pemerintah Provinsi Jawa Barat meminta seluruh pihak bahu membahu mempercepat jalan tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) seksi I agar bisa dioperasikan di pertengahan Juni 2017.

    Sekretaris Daerah Jabar Iwa Karniwa mengatakan, saat ini pembangunan jalan tol Bocimi masih dalam tahap pembebasan lahan. Dimana tahap pembebasan lahan untuk di wilayah Kota Bogor sudah hampir mencapai 100 persen.

    "Untuk Bogor ini hampir 100 persen, atau sekitar 98,44 persen. Jadi sisanya  tinggal 1,36 persen saja. Namun demikian sisanya ini akan segera dituntaskan," katanya di Ciawi, Bogor, Selasa (12/1/16).

    Menurutnya sebagai solusi apabila dalam proses tidak bisa selesai karena proyek ini tidak bisa menunggu, pihaknya akan melakukan konsinyasi ke pengadilan. "Dari Pemkot Bogor pun sudah lakukan koordinasi ke pengadilan dan pengadilan merespon, maka pembangunan tidak boleh terhenti di Kota Bogor," katanya.

    Penyelesaian pembangunan jalan tol Bocimi sangatlah penting, terlebih hal itu sudah lama direncanakan.

    "Jadi jihad hukumnya untuk menyelesaikan tol Bocimi, karena ini sudah lama dan sangat ditunggu oleh masyarakat," katanya.

    Saat ini, lanjut Iwa, tim pembebasan lahan jalan tol Bocimi khususnya yang di Kota Bogor sedang melakukan pendekatan kepada para pemilik lahan yang belum sepakat. Namun demikian bila tidak ada kesepakatan maka tim pembebasan lahan pun akan membawa hal itu pada proses konsinasi dan jalur pengadilan.

    "Kita perlu kerja cepat, tidak ada waktu lagi, makanya kalau tidak ada kesepakatan, kita lakukan konsinyasi ke pengadilan. Jadi pembebasan lahan bisa terus dilakukan sambil menunggu keputusan pengadilan. Sehingga proses pembangunan bisa cepat," katanya.

     

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus