Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Jabar Terus Berkomitmen Tingkatkan IPM Melalui Pendidikan

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_15843.jpg

    KOTA TASIKMALAYA-Povinsi Jawa Barat terus memberikan komitmennya dalam membangun serta meningkatkan kualitas sumber daya manusianya atau Indeks Pembangunan Manusia (IPM) melalui pendidikan. Salah satu hal yang akan segera dilakukan, yaitu alih kelola SMA dan SMK menjadi kewenangan dan tanggung jawab pemerintah provinsi.

    "Salah satu komitmen bagaimana provinsi dalam meningkatkan IPM adalah melalui pendidikan dan sebagai cara mensejahterakan masyarakat untuk jangka panjang karena pendidikan bisa mengubah kehidupan ekonomi seseorang," ungkap Wagub.

    "Sebetulnya tahun ini kita ingin mulai (alih kelola SMA/SMK oleh provinsi) tapi pemerintah pusat belum memperbolehkan karena provinsi lain belum siap," ujar Wagub Deddy Mizwar saat berkunjung ke SMKN 3 Tasikmalaya, Jl. Tamansari KM 6 No. 100, Kota Tasikmalaya pada Kamis siang (28/1).

    Selain itu, untuk mempermudah akses pendidikan bagi masyarakat di pedesaan, Pemprov pun akan membangun SMA/SMK di 129 kecamatan di seluruh Jawa Barat yang belum memiliki SMA/SMK. 

    "Kita juga nanti akan bangun SMA/SMK di 129 kecamatan. Jadi, agar menghindari anak-anak kita khususnya anak-anak SMP tidak putus sekolah," ungkap Wagub.

    "Jadi, perlu dibangun SMA atau SMK di pedesaan, sehingga mempermudah masyarakat desa mengakses pendidikan," tutur Wagub.

    Pada kesempatan ini, Wagub pun menekankan pentingnya pendidikan untuk menghadapi persaingan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Namun, ia pun ingin agar bidang lainnya seperti ekonomi kreatif dapat menjadi peluang untuk bisa bertahan dan bersaing dengan masyarakat Asean lainnya.

    Untuk itu, Wagun pun sangat mengapresiasi SMKN 3 Tasikmalaya dalam membina siswa/i dalam mengembangan kreatifitas anak didiknya.

    SMKN 3 Tasikmalaya hingga saat ini memiliki 1300 siswa/i. SMK ini mengkhususkan diri pada pengembangan kemampuan siswa/i dalam bidang seni atau kerajinan dalam enam progam studi, yaitu Kriya Tekstil, Logam, Kulit, Kayu, Teknik Kendaraan Ringan (TKN), serta Desain Komunikasi Visual (DKV).

    "Ekonomi kreatif saat ini menyumbang PDB Jabar sampai 7 persen. Jadi, saatnya SMK kita tingkatkan kualitasnya sehingga dalam menghadapi MEA masyarakat kita bisa bersaing," kata Wagub dengan nada penuh optimis.

    Dan untuk mendukung berkembangnya ekonomi kreatif di masyarakat menjadi peluang bisnis yang menguntungkan, Pemprov Jawa Barat memiliki program mencetak 20 ribu wirausahawan baru setiap tahunnya melalui berbagai pelatihan atau training kewirausahaan yang diselenggarakan berbagai OPD Pemprov Jabar, serta mempermudah pemberian modal melalui program Kredit Cinta Rakyat (KCR).

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus