Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    DPR Terima Masukan Ulama tentang Konten Tayangan Televisi

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_15991.jpg

    BANDUNG-  Fraksi PKS DPR RI menerima masukan dari Forum Ulama Indonesia Peduli Penyiaran (FUIPP) terkait konten tayangan televisi di Ruang Pimpinan Fraksi PKS DPR RI, Selasa (9/2).

    Dalam siaran pers yang diterima jabarprov.go.id, Rabu (10/2), Ketua Fraksi PKS DPR RI, H. Jazuli Juwaini, MA mengungkapkan, para ulama yang hadir dalam audiensi tersebut menyampaikan keluh-kesahnya terhadap tayangan televisi di Indonesia yang seringkali menyudutkan umat Islam. Beberapa di antaranya ialah adanya tayangan berkonten pornografi, LGBT, serta kejahatan seksual yang disampaikan melalui layar televisi.

    “Fraksi PKS mengucapkan terima kasih atas masukan dari para ulama. Salah satu misi kami adalah PKS hadir untuk menjaga moralitas Bangsa Indonesia. Sehingga, apa yang disampaikan para ulama itu, menjadi komitmen kami dalam memperjuangkan di parlemen,”  tutur Jazuli.

    Menanggapi keluhan para ulama terkait konten tayangan televisi tersebut, Ketua Komisi I DPR RI Mahfudz Siddiq mengungkapkan, saat ini Komisi I DPR RI sedang menyusun Revisi UU Penyiaran Nomor 32 Tahun 2002. Salah satu masukan dari Fraksi PKS terhadap revisi UU tersebut adalah akan ada peraturan televisi dan radio tidak boleh mempromosikan perilaku LGBT.

    “Saya ingin sampaikan, di Filipina mayoritas beragama kristen. Ternyata, UU Penyiarannya sudah mengatur tidak boleh mempromosikan LGBT. Bahkan di Rusia yang terkenal atheis, sudah punya UU yang melarang LGBT. Kita belum punya UU, paling tidak bagaimana agar tidak ada promosi LGBT di televisi,” jelas Legislator PKS dari dapil Jawa Barat VIII ini.

    Sementara itu, Anggota Komisi VIII Fikri Faqih berharap Kementerian Pemberdayaan Perlindungan Anak (Kemen-PPPA) dan Kementerian Agama dapat lebih optimal dalam meningkatkan nilai ketaqwaan di dalam keluarga, khususnya anak-anak, agar dapat lebih bijak menyimak tayangan televisi.

    “Saya harap forum ulama ini juga membuat surat khusus ke Komisi VIII. Agar saat rapat, kami dapat membahasnya kepada mitra kami, yaitu Menteri Agama dan Menteri PPPA,” katanya. (enal) 

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus