Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Jabar Alami Deflasi,17 % pada Februari

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_16272.jpg

    BANDUNG-IHK Gabungan Jawa Barat yang meliputi 7 kota yaitu Kota Bogor, Kota Sukabumi, Kota Bandung, Kota Cirebon, Kota Bekasi, Kota
    Depok dan Kota Tasikmalaya mengalami penurunan indeks. IHK dari 121,74 di Januari 2016 menjadi 121,53 di Februari 2016; dengan demikian
    terjadi deflasi sebesar 0,17 persen.

    Kepala BPS Jabar Bachdi Rusmana, Selasa (1/3) saat memimpin pertemuan pers di kantornya menyebutkan, laju inflasi tahun kalender “year to date” (Januari - Februari 2016) sebesar 0,41 persen dan laju inflasi dari tahun ke tahun “year on year” (Februari 2016 terhadap Februari 2015) tercatat sebesar 3,80 persen.

    "Dari tujuh kelompok pengeluaran yang mengalami deflasi yaitu Kelompok Bahan Makanan sebesar 0,87 persen, Kelompok Perumahan, Air, Listrik,
    Gas & Bahan Bakar sebesar 0,25 persen, dan Kelompok Transpor, Komunikasi & Jasa Keuangan sebesar 0,20 persen. Sementara kelompok
    pengeluaran lain mengalami inflasi yaitu Kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok & Tembakau sebesar 0,55 persen, Kelompok Sandang
    sebesar 0,15 persen, Kelompok Kesehatan sebesar 0,05 persen, dan Kelompok Pendidikan, Rekreasi & Olahraga sebesar 0,01 persen," katanya.

    Dari tujuh kota pantauan IHK di Jawa Barat Januari 2016, enam kota mengalami deflasi yaitu Kota Bogor sebesar 0,02 persen, Kota Bandung
    sebesar 0,15 persen, Kota Cirebon sebesar 0,26 persen, Kota Bekasi sebesar 0,03 persen, Kota Depok sebesar 0,43 persen dan Kota
    Tasikmalaya sebesar 0,31 persen. Sementara Kota Sukabumi mengalami inflasi sebesar 0,03 persen.

    Kelompok Bahan Makanan menjadi penyumbang deflasi tertinggi Februari 2016, kelompok pengeluaran ini mengalami deflasi sebesar 0,87 persen.
    Sub kelompok yang mengalami deflasi tertinggi yaitu sub kelompok bumbu-bumbuan sebesar 4,30 persen. Sementara komoditi yang mengalami
    deflasi tertinggi dari sub kelompok ini yaitu bawang merah dan cabe rawit. jo

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus