Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Aher : Pembangunan di Jabar Tidak Mengandalkan APBN dan APBD Saja

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_16296.jpg

    BANDUNG–Pada acara "5 Tahun Proyek CSR Jabar 2011 – 2016" di Gedung Sate Bandung, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasihnya atas keikutsertaan para pengusaha lewat perusahaannya, yang telah menyumbangkan dana Corporate Social Responsibility (CSR), untuk percepatan pembangunan Jawa Barat.

    Menurut Aher pembangunan di Jawa Barat tidak hanya harus mengandalkan APBN maupun APBD saja. Partisipasi langsung masyarakat khususnya kalangan pengusaha pun diperlukan, sebagai bentuk social value (Nilai Sosial), demi kesetiakawanan sosial untuk membantu dan  mendorong perekonomian golongan masyarakat lainnya.
     
    “Saya tentu mengucapkan terima kasih atas nama masyarakat Jawa Barat terkait dengan kesertaan Bapak/Ibu memperhatikan masyarakat Jawa Barat. Bagi perusahaan–perusahaan lewat CSR, punya tanggung jawab sosial kepada masyarakat. Karena dengan cara itulah kesetiakawanan sosial terjadi,” ungkap Aher.

    Bidang Pendidikan, kesehatan, ekonomi, bina lingkungan serta energi alternative, adalah sejumlah aspek pembangunan daerah yang ikut dipoles Program Corporate Social Responsibility (CSR). Untuk itu, pemerintah Provinsi lewat Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi (Bappeda) Jawa Barat bersinergi menjalin kerjasama harmonis yang sinergis, dengan para pelaku dunia usaha, dunia industri di Jawa Barat. Agar manfaat CSR ini benar–benar dapat langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
     
    "Sebuah perusahaan sampai pada puncak kehebatannya mana kala keuntungannya tidak hanya dibagi di kalangan stakeholder saja, sehingga menghadirkan stakeholder value. Tapi pada saat yang bersamaan kehebatan sebuah perusahaan itu hadir juga karena memperhitungkan social value, yang bermanfaat bagi masyarakat. Perusahaan menyisihkan anggarannya untuk masyarakat banyak, dalam bentuk CSR diantaranya," katanya Rabu (2/3/2016).
     
    Percepatan pembangunan diperlukan sebagai syarat untuk kemajuan bangsa dan untuk mencapai masyarakat yang sejahtera serta berkeadilan sosial. Keberhasilan pembangunan tidak akan terlepas dari kinerja di sektor perekonomian.
     
    Jawa Barat adalah provinsi dengan perekonomian yang besar. Data menunjukkan terdapat tiga sektor penyumbang Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) terbesar di Jawa Barat. Pertama, sektor industri manufaktur. Industri ini memberikan kontribusi terhadap PDRB sebesar 46,3% dengan serapan tenaga kerja sebesar 22 %. Kedua, sektor perdagangan, hotel dan restoran dengan kontribusi sebesar 23,1% terhadap PDRB, dengan serapan tenaga kerja 26,9%. Ketiga, sektor pertanian sebesar 12,2%, dengan serapan tenaga kerja 26,4%.
     
    Jawa Barat pun  memiliki jumlah perusahaan sebanyak 6.052 dari 24 golongan industri tersebar di Jawa Barat, baik yang berbasis kawasan industri maupun non kawasan industri. Maka investasi di dunia usaha menjadi penting bagi pembangunan di Jawa Barat.
     
    Melalui praktik investasi dan bisnis yang bertanggung jawab sosial, sebuah perusahaan akan berorientasi manfaat baik secara ekonomi, sosial maupun lingkungannya. Inilah yang kemudian sesuai dengan konsep ‘Jabar Masagi’.
     
    Adalah transformasi dari triple hellix ‘segitiga – ABG (Academician, Business and Government), dengan mengembangkan pola kemitraan CSR sebagai sebuah investasi sosial dari dunia usaha untuk berpartisipasi dalam pembangunan Jawa Barat. kemudian ditetapkanlah empat pilar utama pembangunan, yakni Academician, Business, Community, and Government (ABCG) dan satu simpul laws and regulation dengan stakeholders pattern ABCG ini.
     
    Maka ‘Peresmian Bersama Proyek-Proyek CSR-PKBL Jawa Barat Tahun 2015’ dapat pula dianggap sebagai bentuk apresiasi dan penghargaan Pemprov Jabar, kepada perusahaan yang telah berkontribusi dan berhasil  menjalankan program kegiatan CSR/PKBL-nya, serta telah bersinergi dengan program-program pemerintah  daerah, Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Jawa Barat.
     
    Tahun ini, Aher menyatakan, dana CSR yang sudah terhimpun dan akan disalurkan melalui berbagai programnya adalah sebanyak Rp 100,5 Miliar, yang berasal dari 55 perusahaan. Targetnya, dana CSR terkumpul tahun ini mencapai Rp 150 miliar.
     
    "Tentu targetnya sebanyak - banyaknya ya, kita kan mengkoordinatori kegiatan mereka. kita terus berkoordinasi dengan mereka, yang melaksanakan CSR di tahun 2016 ini ada 77 perusahaan, yang sudah terlaporkan 55 perusahaan yang nilainya Rp 100,5 miliar. Jadi masih ada lagi perusahaan yang belum laporan, mudah mudahan sisanya itu mencapai setengahnya, sekitar 50an lagi. Jadi potensinya bisa sampai Rp 150 Miliar," jelasnya.
     
     
    Berikut daftar Perusahaan Mitra CSR/PKBL Jawa Barat tahun 2015/2016 : A. BUMN : PT. Pertamina (SR PP Regions JBB), PT. Perusahaan Listrik Negara (PLN), PT. Perkebunan Nusantara VIII, PT. Bank Rakyat Indonesia Tbk (Kanwil BRI), PT. Bank Negara Indonesia (BNI), PT. Bio Farma, PT. Pupuk Kujang, PT. Jasa Raharja (Persero), PT. Asuransi ABRI (ASABRI), PT. PINDAD, PT. Adhi Karya, Perum Perhutani Unit III Jabar &Banten, PT. Jasa Marga Cab Purbaleunyi, PT. ASKES, PT. Len Industri, PT. Waskita Karya, PT. Jasa Marga (Persero) Jakarta-Cikampek, PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk, PT. Bank Mandiri Tbk, PT. Bank Tabungan Negara (BTN), PT. Sucofindo, PT.Angkasa Pura II (Persero) [Husein Sasatranegara Airport, PT. Taspen. B. BUMD : PT. Bank Jabar Banten Tbk, PT. Jasa Sarana, PD. Jasa Dan Kepariwisataan. C. SWASTA : PT. Jababeka Tbk, PT. Indocement Tunggal Prakarsa Tbk, Chevron Geothermal Indonesia Garut Ltd, PT. Telkomsel, PT. Prashada Pamunah Limbah Industri (PPLI/WMI), PT. Putera Sampoerna Foundation, PT. Carrefour Indonesia, PT. Tirta Investama / Danone Aqua, PT. Coca Cola Amatil Indonesia, PT. Indonesia Power, 
    Forum CSR Ciayumajakuning, PT. Trubus Swadaya, PT. Belfoods Indonesia, PT. Alfamart, Star Energy Geothermal (Wayang Windu) Ltd, Chevron Geothermal Indonesia Salak Ltd, PT. MM2100, PT. Pindo Deli, Karawang International Industrial City (KIIC), PT. Astra International, PT. Wijaya Karya, PT. Pikiran Rakyat Bandung, PT. Menara Terus Makmur, PT. Bank Danamon, PT. Combi Putra, PT. Kailo Sumber Kasih, PT. Hebel Indonesia, PT. Herlina Cipta Pratama (Dodol Picnic), PT. Asuransi Sinar Mas, PT. Schneider Indonesia, PT. Unilever Indonesia, PT. Hitachi, PT. Heinz ABC, PT. Delami Garment Industries, PT. Famatex, PT. Fastfood Indonesia, PT. Dunlopillo Indonesia, PT. Jaya Binangun, PT. Barca Trios Chemindo, PT. Dupont Powder Coatings Indonesia, PT. Taman Safari, PT. Pocari Sweat, PT. Sanyo Electronic Indonesia, PT.Bank BCA.
     
    Sementara itu, Kepala Bappeda Prov Jawa Barat Yerry Yanuar menjelaskan, acara Peresmian Bersama Proyek-Proyek CSR-PKBL Jabar kali ini, adalah acara yang kelimakalinya diselenggarakan secara rutin di awal tahun, sejak pertama kali diselenggarakan pada 14 Januari 2011, melalui pencanangan Deklarasi Bandung dengan tema utama : CSR Jabar  untuk misi kemanusiaan dan lingkungan (CSR Jabar for humanity and environment). Dengan moto Jabar maju bersama “mitra”.
     
    “Dasar hukum yang menaungi acara ini, adalah Perda Provinsi Jawa Barat  No 2 tahun 2013, tentang pedoman tanggung jawab sosial lingkungan perusahaan (TJSLP) dan program kemitraan bina lingkungan ( PKBL) di Jawa Barat,” jelas Yerry.
     
    Realisasi pendanaan pelaksanaan program dan kegiatan  CSR dan PKBL Pemprov Jabar, menurut Yerry,  selama 5 tahun dalam kurun waktu dari 2011 - 2015 dengan pola pendanaan sesuai perda rupiah = 0 (nol), serta pola kerja bersinergi derajat tinggi dan koordinasi derajat rendah, adalah sebesar Rp. 893,52 milyar. Dana tersebut dikelola langsung oleh perusahaan yang telah bermitra dengan tim CSR Jabar.
     
    “Jumlah perusahaan yang telah bermitra dengan tim fasilitasi CSR Jabar sampai dengan saat ini adalah sebanyak 103 perusahaan, terdiri dari 3 perusahaan bumd, 30 perusahaan bumn serta 70 perusahaan swasta,” papar Yerry.
     
    Jumlah perusahaan yang ikut berpartisipasi pada acara di tahun ini adalah sebanyak 85 perusahaan, dengan jumlah prasasti yang akan diresmikan sebanyak 76 prasasti.  Selain itu ada 47 perusahaan yang memamerkan produk hasil karya pembangunannya. 

    Turut hadir pada acara tersebut Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar, Bupati/Walikota lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, kepala Bappeda Kabupaten/Kota se-Jabar, Direktur Utama PT Pos Indonesia (Perseroan) Gilarsi Wahyu Setijono, Ketua Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) Sanny Iskandar , serta para Pimpinan Perusahaan umum/perseroan di Jawa Barat, juga para rektor perguruan tinggi, dan tamu undangan lainnya.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus