Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Tiga Masalah Guru di Indonesia

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_16352.jpg
    Ilustrasi - Foto kidnesia.com

    BANDUNG-Analytical and Capacity Development Partnership (ACDP) menyebutkan  ada tiga permasalahan yang saat ini masih dihadapi oleh guru di Indonesia.

    Menurut  David Harding dari ACDP, tiga permasalahan yang dihadapi para guru diantaranya ketidaksesuai antara kebutuhan dengan pasokan guru, jumlah guru terlalu banyak dan distribusinya tidak merata. Banyak bermunculan LPTK bermutu rendah yang menghasilkan banyak calon guru yang tidak bermutu. Kedua, ketidakhadiran guru di sekolah dan ketiga masalah peningkatan kualitas guru.

    ”Kami menemukan ada 10 % guru yang tidak hadir di sekolah,  sementara ada 14 % guru yang hadir di sekolah tetapi tidak hadir di kelas,” kata David.

    David menyarankan, perlu adanya mekanisme kontrol untuk rekruitmen guru, khususnya guru honorer di sekolah karena juga terkait dengan anggaran dari pemerintah.

    Sementara itu peneliti dari ICW, Febri Hendri mengatakan,  dalam presentasinya menyampaikan agar penataan dan pemerataan guru efektif dilaksanakan, harus ada sangsi bagi daerah yang tidak melaksanakan dan ada pemberian insentif bagi daerah yang berhasil mengimplementasikan penataan distribusi guru.

    “Kalau perlu kuota guru PNS diberikan kepada daerah yang penataan guru di daerahnya sudah berhasil dilaksanakan,” tukasnya. 

    Totok Amin Soefijanto dari Paramadina memaparkan, masih ada sekitar 51% guru yang belum disertifikasi dengan strategi pengembangan profesi yang baik.

    “UKG di Indonesia adalah yang paling masif di dunia, melalui UKG kita sukses memiliki alat untuk mengukur guru, hanya ukurannya tidak cukup di atas kertas atau di atas komputer,” ucapnya.

    Totok menyatakan, keterampilan guru mengajar di kelas juga perlu diperhatikan serta menyelenggarakan pelatihan guru yang baik dan berkelanjutan dengan melibatkan LPTK. (Parno)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus