Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Pembibitan Kentang di Lereng Ceremai

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_16426.jpg

    BANDUNG-Anggota Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (F-PPP) DPRD Provinsi Jawa Barat, H. Pepep Saepul Hidayat, S.Ikom mengatakan, hingga saat ini para petani kentang di Kawasan Lereng Gunung Ceremai, yaitu di Kecamatan Argapura, Kecamatan Maja dan Kecamatan Cikijing, Kabupaten Majalengka melakukan penanaman kentang masih secara tradisional atau belum menggunakan sentuhan teknologi, sehingga hasilnya pun belum bisa bersaing secara baik.

    “Untuk meningkatkan produksi dan kualitas itu kan harus memperpendek birokrasi dan distribusi, makanya saya mengusulkan ke Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Jawa Barat agar mengadakan pelatihan sekaligus melakukan pembibitan kentang di Kawasan Lereng Gunung Ceremai. Petani kentang di kawasan tersebut memerlukan sentuhan teknologi dan prasarana pembibitan kentang yang mudah dijangkau,” kata anggota DPRD Jawa Barat dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Barat 9 yang meliputi Kabupaten Sumedang Majalengka dan Subang itu di Ruang F-PPP DPRD Jabar, Jalan Diponegoro, Kota Bandung kepada jabarprov.go.id, Jum’at (11/3).

    H. Pepep mengatakan, di Jawa Barat terdapat lima kabupaten yang memiliki sentra produksi kentang, yaitu Kabupaten Bandung di Kawasan Pangalengan, Kabupaten Bandung Barat di Kawasan Lembang, Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Garut dan Kabupaten Majalengka di Kawasan Lereng Gunung Ceremai yaitu Kecamatan Argapura, Maja dan Kecamatan Cikijing.

    “Diakui memang dari lima kabupaten sentra produksi kentang itu, yang menguasai pasar saat ini adalah kentang dari Pangalengan dan Lembang. Kentang dari kedua sentra tersebut lebih besar dari kentang yang dihasilkan dari sentra di Kawasan Lereng Gunung Ceremai. Kualitas kentang Pangalengan dan Lembang G2, gede-gede, sedangkan kentang dari Argapura, Maja dan Cikijing kecil-kecil. Meskipun beda segmen, tapi kan menjadi beda dampak ekonominya kepada petani,” kata Anggota Komisi II DPRD Jabar tersebut.

    Produksi kentang dari Kawasan Lereng Ceremai tersebut, menurut Pepep, selain untuk memenuhi kebutuhan daerah sekitar, juga ada yang dibawa untuk dijual di Bandung dan Jakarta. (enal

     

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus