Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Alih Profesi Warga Terdampak Waduk Jatigede

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_16512.jpg

    BANDUNG-Anggota Fraksi Partai Persatuan Pembangunan  (F-PPP) DPRD Provinsi Jawa Barat, H. Pepep Saepul Hidayat, S.Ikom mengatakan,  salah satu yang menarik  perhatiannya ketika melakukan Reses DPRD Jabar yang berlangsung dari tanggal 1 hingga 8 Maret 2016, adalah persoalan alih profesi warga yang terkena dampak pembangunan Waduk Jatigede, di Kabupaten Sumedang.

    “Ketika lahan pertaniannya terendam genangan air Waduk Jatigede, kan yang dituntut warga setempat adalah alih profesi, apa yang harus dikerjakan dengan kondisi nya itu. Persoalan alih profesi itu yang harus segera menjadi rumusan, baik oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat maupun oleh Pemerintah Kabupaten Sumedang,” kata anggota DPRD Jawa Barat dari Daerah Pemilihan Jabar IX yang meliputi Kabuparen Sumedang, Majalengka dan Subang itu di Ruang Fraksi PPP DPRD Jabar, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Jum’at (11/3) kepada jabarprov.go. id.

    Dari awal, kata H. Pepep, pihaknya selalu mengingatkan, bahwa terhadap proyek-proyek pembangunan yang memerlukan relokasi penduduk, selain memang mengawal tentang keberhasilan proyek itu sendiri, yang  tidak boleh dilupakan oleh kita adalah bagaimana mengawal perubahan sosialnya.

    “Kalau perpindahan secara fisik, itu kan terlihat kasat mata. Tapi, kalau tentang mata pencaharian, tentang interaksi sosial, itu kan menjadi hal vital tapi tidak terlihat,” katanya.

    H. Pepep mengingatkan, ketika Kawasan Waduk Jatigede menjadi salah satu potensi wisata baru di Jawa Barat, jangan sampai masyarakat sekitar yang terkena dampak Pembangunan Waduk Jatigede, tidak mendapatkan manfaat dari aktivitas tersebut.

    “Jangan sampai masyarakat Jatigede hanya mendapat dampaknya saja, dampak buruknya, sedangkan dampak positifnya tidak mereka rasakan. Nah ini menjadi suatu hal yang sangat urgen, perlu betul pengkajian dan penataan ulang sosial engineringnya,” katanya.

    Saat ini, lanjut Pepep, mereka masih bertahan walaupun dengan kondisi yang seadanya.

    Hal lainnya yang menarik perhatian H. Pepep ketika melakukan Reses adalah tentang potensi sumber daya lokal berkaitan dengan diberlakukannya Masyarakat Ekonomi Asean. Menurut dia, kekuatan sumber daya lokal, baik manusia maupun produksinya sangat menunggu guidance dari pemerintah.

    “Dua persoalan ini, yaitu tentang alih profesi warga terkena dampak waduk jatigede dan perlunya guidance bagi sumber daya lokal terkait dengan MEA, akan menjadi bahan buat saya untuk pembahasan di Komisi II,” kata anggota Komisi II DPRD Jawa Barat pituin urang Majalengka itu. (enal)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus