Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Bapusipda Akan Terbitkan Buku Sejarah Kab/Kota di Jabar

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_16654.jpg

    BANDUNG- Kepala Badan Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (Bapusipda) Provinsi Jawa Barat, Dr. Hj. Nenny Kencanawati, Msi mengatakan, pihaknya merencanakan akan menerbitkan buku sejarah perjalanan kabupaten/kota di Jawa Barat. 

    “Buku sejarah perjalanan kabupaten/kota yang meliputi sejarah budayanya, sejarah pembangunan dan sebagainya di masa lalu itu, dihadirkan untuk menginspirasi masyarakat kekinian,” kata  Dr. Hj. Nenny Kencanawati, Msi, usai membuka Focussed  Group Discussion (FGD) Buku Sumedang Heritage di Aula Lantai 4 Gedung Bapusipda Jabar, Jalan Kawaluyaan Indah II Nomor 4, Kota Bandung, Selasa (29/3) kepada jabarprov.go.id.

    Dalam tahun 2016 ini, jelas Hj. Nenny, Bapusipda Provinsi Jawa Barat akan menerbitkan dua buah buku, yaitu Buku Sumedang Heritage dan Cirebon Heritage, karya Hikmat Ishak, seorang jurnalis, pemerhati kebudayaan dan pariwisata.

     “Kita melakukan kajian-kajian beberapa perjalanan sejarah dari kabupaten/kota di Jabar. Kita lakukan seleksi kabupaten/kota mana dulu oleh tim. Untuk tahun 2016 ini kita akan menerbitkan Buku Sumedang Heritage dan Cirebon Heritage. Mengapa Sumedang dan Cirebon? Karena dua daerah ini memiliki banyak perjalanan sejarah yang luar biasa, termasuk pembangunannya yang harus kita ungkap dalam sebuah buku dan kita bisa sampaikan kepada seluruh masyarakat. Mudah-mudahan kabupaten/kota yang lain menyusul,” katanya.

    Sebelum Buku Sumedang Heritage dan Cirebon Heritage dicetak, katanya, terlebih dahulu dilakukan pembahasan dalam FGD yang menghadirkan para pakar yang kompeten di bidangnya, antara lain bidang budaya dan sejarah. FGD diikuti oleh para praktisi sejarah, antropologi, sejarawan, budayawan, akademisi, mahasiswa, pustakawan dan perwakilan dari dua daerah tersebut.

    “FGD dilakukan untuk mendapatkan masukan dan saran sebelum kita cetak menjadi sebuah buku,” katanya.

    Hj. Nenny menjelaskan, Bapusipda Jawa Barat memiliki koleksi deposit yang menghadirkan buku-buku langka. Kalau kita bicara buku langka, katanya, naskah-naskah lama ini ternyata banyak yang masih bisa menginspirasi untuk saat ini.

    “Sebagai contoh saya sendiri melakukan kajian dari sebuah naskah lama.  Melihat sosok seorang bupati yang sekitar 47 tahun memerintah  Galuh, Ciamis. Sosok bupati ini membuat penasaran saya mengapa berhasil memerintah sebuah daerah selama itu,” katanya.

    Nama bupati tersebut, menurut Hj. Nenny, adalah Adipati Ariakusumahdiningrat. yang diteliti di dalam disertasinya dari sisi human relation.

    “Ternyata, sosok bupati ini memiliki human relation yang luar biasa. Setiap pagi, sehabis solat subuh, masih menggunakan pakaian pulang dari mesjid, dia malakukan nyukcruk lembur mapay sawah untuk bersilaturrahim dengan masyarakatnya, untuk mengetahui permasalahan yang dialami masyarakatnya untuk diberi solusi. Cerita itu merupakan gambaran, ini saya kira sosok  Adipati Ariakusumadiningrat dengan berbagai kecerdasannya dia membangun daerahnya pada saat itu dan bukti-bukti sejarahnya masih tersimpan di Galuh Ciamis. Ini masih disimpan juga oleh keluarganya. Ini saya kira walaupun itu hidup di abad ke-19 tapi masih memiliki inspirasi untuk kita tindak lanjuti di saat sekarang ini,” katanya. (enal)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus