Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Investasi di Kabupaten Bandung Merangkak Naik

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_16680.jpg

    BANDUNGKAB-Menyusul semakin membaiknya iklim usaha di Kabupaten Bandung, telah mendorong sejumlah investor untuk menanamkan modalnya dalam berbagai bidang usaha. Selama tahun 2015, nilai investasi di daerah yang berpenduduk 3,5 juta jiwa ini mencapai Rp 9,4 trilyun atau mengalami kenaikan yang cukup pesat dibanding tahun 2014 sebesar Rp 6,2 trilyun.

    Nilai investasi sebesar itu, menurut Kepala BPMP (Badan Penanaman Modal dan Perijinan) Kab. Bandung Drs. H. Ruli Hadiana, berasal dari PMA (Penanaman Modal Asing) senilai Rp 3,4 trilyun dan selebihnya dari PMDN (Penanaman Modal Dalam Negeri) sebesar Rp 5,9 trilyun. Sedangkan jumlah proyek secara keseluruhan tercatat 2.698 buah yang menyerap tenaga kerja lokal sebanyak 66.869 orang dan tenaga kerja asing 144 orang.

    Perolehan investasi sebesar itu kata H. Ruli Hadiana diluar investasi di bidang minyak dan gas bumi, perbankan, lembaga keuangan non bank, sewa guna usaha dan investasi lainnya yang perijinanya dikeluarkan oleh instansi teknis.

    Bidang usaha disektor sekunder seperti industri makanan, tekstil, kimia, karet dan plastik disamping industri logam, mesin dan elektronika menurut H. Ruli Hadiana merupakan sektor usaha yang paling dominan pada tahun 2015. “Sekitar 95,11% investasi disektor sekunder. Sementara sektor primer baru mencapai 0,63% dan sektor tersier sebesar 4,26%,” kata H. Ruli Hadiana.

    Secara rinci ia mengungkapkan, investasi disektor sekunder pada tahun 2015 tercatat Rp 6,8 trilyun yang mencakup 211 proyek dengan menyerap tenaga kerja sebanyak 54.850 orang dan tenaga kerja asing 138 orang. Sementara disektor tersier hanya mampu meraup investasi senilai Rp 2,4 trilyun yang mencakup 2.478 proyek dengan jumlah tenaga kerja 11.818 orang ditambah tenaga kerja asing sebanyak 6 orang. Sektor usaha primer selama tahun 2015 meraih investasi sebesar Rp 127,9 milyar yang menyerap tenaga kerja 201 orang dengan jumlah proyek 9 buah.

    Dibangunnya jalan tol Soroja sepanjang ± 10 kilometer yang dijadwalkan selesai akhir Juli mendatang, dinilai bakal menjadi pemicu semakin meningkatnya investasi di Kabupaten Bandung pada tahun-tahun mendatang. “Regulasi yang lebih memudahkan para investor untuk menanamkan modalnya telah kami sediakan mulai dari lamanya proses penerbitan ijin disamping kepastian biaya perijinan. Silahkan datang ke kantor kami untuk pengurusannya,” tambah H. Ruli Hadiana.

    Catatan menunjukan, Kecamatan Dayeuhkolot pada tahun 2015 menjadi lokasi usaha yang paling dominan meraih investasi senilai Rp 2,7 trilyun (28,71%), disusul Kecamatan Pameungpeuk sebesar Rp 1,7 trilyun (18,29%) dan Kecamatan Cicalengka Rp 670,3 milyar (7,12%). Sedangkan Kecamatan Kertasari hanya meraih investasi paling kecil senilai Rp 1,2 milyar (0,01%).

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus