Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Aher :Aksesibilitas Kunci Perkembangan Pariwisata Cirebon

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_16692.jpg

    CIREBON-Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) optimistis akan kemajuan pariwisata Cirebon berserta daerah-daerah sekitarnya, sebagai imbas positif dari berbagai infrastruktur yang dibangun seperti Tol Cipali dan BIJB Kertajati.

    Aher juga mengatakan, selain dukungan infrastruktur yang memadai, Cirebon sudah sejak lama dikenal dengan budaya dan sejarahnya yang luhur.

    "Cirebon ini hadir dengan berbagai keunikan, berbagai peninggalan sejarah baik bersifat fisik, dan non - fisik. Memiliki banyak peninggalan dan bangunan bersejarah, termasuk kaya akan atraksi budaya, dan kulinernya," kata Aher saat membuka Festival Pesona Cirebon 2016, yang akan berlangsung hingga 2 April 2016, di Taman Goa Sunyaragi Cirebon, Jawa Barat.

    Saat itu, dirinya bersama Gusti Sultan Sepuh XIV Keraton Kasepuhan Pangeran Raja Adipati Arief Natadiningrat, mendampingi Menteri Pariwisata Arief Yahya, Kamis (31/03/16).

    Gubernur pun menyatakan, infrastruktur adalah pendukung yang terpenting. Aksesbilitas sangat menentukan suatu tempat akan ramai dikunjungi atau sebaliknya. Saat ini Jawa Barat telah memiliki Tol Cipali untuk jalur darat, untuk jalur udara BIJB Kertajati tengah dalam proses pembangunan. Dengan ini, Aher ingin Cirebon dapat dikenal Dunia.

    "Untuk jadi destinasi wisata, persiapan harus sebaik - baiknya. Salah satunya persiapan infrastruktur, yang sudah dibangun diantaranya tol Cipali. Saat ini sedang dibangun tol Cisundawu. Kemudian Insya Allah juga akan hadir yang kita tunggu-tunggu yaitu Bandara Internasional Kertajati. Ini adalah Bandar Udara Daerah yang paling besar. Dengan aksesbilitas ini, mudah - mudahan Cirebon mudah diakses, dan dikenal dunia," tambah Aher.

    Sementara Menteri Pariwisata Arief Yahya mengutarakan 3 hal yang melemahkan laju industri wisata di Indonesia. Diantaranya, pemasaran yang lemah, pengembangan destinasi yang kurang, serta regulasi yang terlalu menjerat 'diri sendiri'.

    Saat ini pihaknya pun terus mencoba meningkatkan promosi pariwisata Indonesia dengan branding 'Pesona Indonesia', dan 'Wonderful Indonesia' untuk branding Internasional.

    "Saat ini, dengan branding 'Pesona Indonesia,' atau 'Wonderful Indonesia' untuk branding Internasionalnya. Dalam branding terbaik dunia versi Travel and Tourism Competitiveness Index World Economic Forum, Dari sekitar 141 negara, branding 'Wonderful Indonesia' berhasil menduduki ranking 50 besar atau tepatnya 47. Bisa mengalahkan peringkat branding milik negara tetangga yang menjadi pesaing. Seperti Malaysia 'Truly Asia' dan 'Amazing Thailand'," ungkap Arief

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus