Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Indonesia Perlu Berpikir Kembali tentang GBHN

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_16759.jpg

    BANDUNG – Ketua Fraksi PKS DPR RI Jazuli Juwaini, dalam release yang diterima jabarprov.go.id, Kamis (3/3) mengatakan   Indonesia saat ini perlu kembali memikirkan tentang urgensi  menghidupkan Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN).Sebab, pembangunan ekonomi ke depan yang semakin berat, menyebabkan Pemerintah Indonesia seringkali kesulitan untuk memenuhi target-target pembangunan, mulai dari sisi perencanaan, pembiayaan, hingga eksekusi kebijakan.

    “Kita perlu berpikir untuk menghidupkan kembali GBHN. Dasarnya adalah agar hasil-hasil proses pembangunan merupakan perwujudan dari kehendak dan dinikmati oleh masyarakat. Bukan terkesan hanya representasi dari visi dan misi pemerintah dan dinikmati sebagian kalangan.

    Ada tiga indikator, setidaknya, yang menunjukkan pembangunan ekonomi Indonesia pasca reformasi hanya dinikmati sebagian kalangan. Pertama, angka pertumbuhan ekonomi relatif tinggi di atas 5 persen, tapi angka kemiskinan tidak berkurang signifikan.“Anggaran kemiskinan sejak 2010 hingga 2013 selalu naik angkanya, mulai dari 55,8 triliun, 74,3 triliun, 93,5 triliun, hingg 119 triliun. Ini menunjukkan pertumbuhan ekonomi tidak sejalan dengan pemerataan ekonomi.

    Kedua, data ketimpangan antara yang kaya dengan yang miskin semakin memburuk.  Hal itu tercermin dari koefisien Gini di perkotaan dan pedesaan, masing-masing mencapai 0,43 dan 0,32. “Ini menandakan yang kaya semakin kaya, dan yang miskin semakin sengsara”,” .

    Ketiga, ujar Jajuli Pembangunan yang masih Jawa Sentris, baik di sektor industri, keuangan, maupun infrastruktur. “Ini yang menyebabkan urbanisasi sangat kencang dan pada gilirannya menyebabkan Pulau Jawa kelebihan penduduk,” (NR)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus