Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Tahun 2016, Jabar Dapat Kuota Berangkatkan 292 KK Transmigran

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_16765.jpg

    BANDUNG- Kepala Bidang Transmigrasi Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jawa Barat, H. Deni Munawar mengatakan, dalam tahun anggaran 2016 ini, Pemerintah Provinsi Jawa Barat mendapatkan kuota dari Pemerintah Pusat untuk memberangkatkan sebanyak 292 KK transmigran.

    “Namun, kuota untuk Jabar itu, belum kami distribusikan berapa kuota tiap kabupate/kota di Jabar. Insya Allah minggu depan kita akan membagikannya,” kata Deni di ruang kerjanya, Kantor Disnakertrans Provinsi Jawa Barat, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Jum’at (4/3) kepada jabarprov.go.id.

    Deni menjelaskan, kuota sebanyak 292 KK tersebut, ada penambahan bila dibandingkan dengan kuota tahun 2015 yang jumlahnya sebanyak 260 KK. Dari kuota 260 tersebut, yang dapat diberangkatkan sebanyak 251 KK. Sebanyak 9 KK lagi tidak bisa diberangkatkan karena kurang siapnya lokasi penempatan, diantaranya perumahannya belum selesai dan persoalan tanah belum clear and clean.

    “Maka ke-9 KK tersebut diberangkatkan pada tahun 2016 ini,” katanya.

    Dikatakan, pola transmigrasi itu seperti kereta api.

    “Lokomotifnya di Jakarta, kami hanya gerbongnya saja. Kalau misalnya kuota untuk Jabar tadi dibagi 27 kabupaten/kota, rata-rata itu 10 kk per kabupaten kota,” katanya.

    Sementara itu, lanjut Deni, animo masyarakat di Jabar untuk bertransmigrasi cukup tinggi, rata-rata per tahun ada 1500 KK yang berkeinginan untuk bertransmigrasi. Untuk tahun 2016 ini, sudah ada 909 KK yang mendaftar. Kalau setiap tahun kuotanya kurang lebih hanya 300 KK, berarti, banyak peminat yang masuk daftar tunggu atau waiting list.

    “Jadi, untuk transmigrasi itu seperti dalam ibadah haji, ada waiting listnya. Banyak masyarakat yang animo melakssanakan transmigrasi karena transmigrasi merupakan program pilihan. Kita memiliki kantong-kantong peminat transmigrasi, diantaranya Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Cianjur dan Kabupaten Garut,” katanya. (enal)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus